Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp. 081 234 700 500 - Email : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2019 @ majalahbuser.com
Jakarta - Puncak pandemi virus Corona (COVID-19) di Indonesia diprediksi dari berbagai ilmuwan akan terjadi pada bulan tahun ini. Kini pemerintah mengungkapkan mengkaji tanggal cuti Lebaran digeser berbarengan dengan Idul Adha, yang sebelumnya cuti Lebaran ditetapkan pada akhir tahun gegara Corona.

Pemerintah menyampaikan prediksi para ilmuwan mengenai momentum puncak wabah virus Corona di dalam negeri. Para ilmuwan memprediksi puncak itu terjadi Mei hingga Juli. Angka positif Corona bisa mencapai 106 ribu kasus.

"Prediksi kasus biasa dikerjakan oleh para pakar yang berasal dari banyak kelompok, institusi ilmiah, dan perorangan. Dan kami mengulas semuanya dan menggabungkan semua prediksi tersebut," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam video akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, pada Jumat (17/4/2020).

Pemerintah mendapatkan prediksi ini dari para pakar berbagai bidang. Lantas Wiku menyebut puncak wabah Corona di Indonesia bakal dimulai pada Mei 2020, berlangsung hingga dua bulan kemudian.

"Dan kami mempercayai bahwa puncak pandemi ini di Indonesia akan dimulai pada awal Mei dan akan terus berlangsung sekitar awal Juni," tutur Wiku menggunakan bahasa Inggris.

Dia menyebut angka kumulatif kasus positif COVID-19 pada puncak wabah bakal mencapai 95 ribu kasus. Namun kemudian, dia juga menyebut angka yang lebih dari 95 ribu kasus diprediksi terjadi pada Juni atau Juli.

"Angka kasus selama puncak secara kumulatif adalah 95 ribu kasus. Sedangkan selama Juni dan Juli, kasus terkonfirmasi secara kumulatif akan mencapai 106 ribu kasus," tutur Wiku.

Namun, dia mengingatkan, prediksi ilmiah mungkin tidak persis dengan kenyataan yang akan terjadi. Pemerintah RI berusaha sekuat tenaga untuk menghindari puncak Corona.

Cuti Lebaran Ditambah
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan libur nasional dan cuti bersama 2020 diubah menjadi 20 hari dalam setahun. Libur cuti bersama Lebaran masih sama tapi ditambah.

"Rapat telah merumuskan menambah 4 hari libur tahun 2020 yang semula telah ditetapkan 20 hari menjadi 24 hari, yang akan segera ditetapkan dengan surat keputusan bersama. Tadi sudah ditetapkan, sudah ditandatangani bersama oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan MenPAN-RB," ujar Muhadjir di kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020).

Keputusan tersebut disahkan oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo, serta Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 174 Tahun 2020, Nomor 01 Tahun 2020, dan Nomor 01 2020.

Cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 22, 26, dan 27, 28, dan 29 Mei (Hari Jumat, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat).

Cuti Lebaran Digeser ke Desember
Namun, untuk merespons larangan mudik untuk pencegahan Corona, pemerintah merevisi sejumlah jadwal cuti bersama. Cuti bersama Lebaran digeser ke akhir tahun.

"Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam ratas antisipasi mudik Lebaran pada 2 April 2020 terkait Imbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran Tahun 2020," ujar Menko PMK Muhadjir Effendy saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri (RTM) terkait Revisi SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020. Hal tersebut disampaikan dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (9/4/2020).

Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama ini, kata Muhadjir, dituangkan dalam Revisi SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020
Tambahan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak 26-29 Mei 2020 dicabut dan digeser ke akhir tahun pada 28-31 Desember 2020.

Pemerintah Kaji Cuti Lebaran Berbarengan dengan Idul Adha
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan opsi lain perihal penggantian tanggal libur cuti Lebaran 2020. Doni mengatakan ada opsi tanggal libur cuti Lebaran tahun ini digeser beriringan dengan Idul Adha.

"Untuk penggantian cuti Lebaran, ini tadi disampaikan Bapak Presiden masih ada tambahan opsi. Jadi yang semula akhir tahun, satu opsi. Tadi kemudian Bapak KSP memberikan masukan kepada Bapak Presiden. Bapak Presiden meminta untuk dipertimbangkan, mana kira-kira yang lebih baik, apakah pada waktu Idul Adha, akhir Juli, atau nanti tetap akhir tahun," kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (4/5/2020).

Namun, Doni menjelaskan, penggantian tanggal cuti Lebaran saat Idul Adha ini tentu harus melihat kondisi pandemi virus Corona (COVID-19). Kepala BNPB itu menegaskan opsi tersebut bisa dipilih bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol pencegahan virus Corona.

"Dan ini semuanya tergantung dari kesungguhan kita. Semakin kita disiplin, semakin kita taat, semakin kita patuh untuk mengikuti protokol kesehatan, semakin cepat kita menikmati suasana kehidupan yang normal," sebut Doni.

"Normal arti kata, ya, normal baru, dengan tetap menggunakan masker, tetap jaga jarak, tetap memperhatikan protokol kesehatan," imbuhnya. (rfs/dwia/detik)
Selasa, 05 Mei 2020

Puncak Corona RI Diprediksi Juni, Cuti Lebaran Dikaji Lagi
      Berita Nasional :

       Berita Daerah