Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright @ 2011 - 2018 majalahbuser.com
majalahbuser.com - Pemilik PT Kiat Unggul yang menaungi pabrik mancis di Binjai, Sumatera Utara, berhasil ditangkap. Pria bernama Indramawan tersebut telah diamankan oleh Polres Binjai, Sabtu (22/06/2019).

"Sudah (ditangkap). Besok pemaparan tersangkanya di Medan," kata Kanit Pidum Polres Ipda Hotdiatur Purba kepada Tribun Medan, Sabtu (22/6/2019).

Indramawan sendiri langsung menjalani pemeriksaan setelah diamankan oleh pihak kepolisian. Kasubbag Humas Polres Binjai Iptu Siswanto mengatakan kalau pabrik mancis di Binjai tersebut tak pernah mengurus izin industri.

Pihak pabrik juga menghindari pajak atau retribusi dengan cara membuat bisnisnya berskala seperti usaha rumahan. Tak hanya itu, para buruh pabrik merupakan tenaga kerja lepas. Mereka tak terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

"Ilegal itu. Enggak penuhi syarat prosesur pemerintah sesuai UU. Pabrik di bawah PT KU. Karena banyak order, dibikinnya sampingan di luar itu untuk produksi biar cepat dan banyak. Dia buka cabang perakitan roda, batu dan kepala mancis, gasnya sudah dibuat di Diski. PT-nya nanti kena, dia di Jakarta, nanti dipanggil juga," ungkapnya.

"Jadi dia ini curi pegawai, pakai tenaga kerja lepas. Jadi enggak sesuai dengan yang terdaftar Ketenagakerjaan, enggak bayar retribusi negara, enggak bayar pajak," katanya.

"Kadang buka, kadang enggak," imbuh Siswanto. Selain itu, Siswanto berujar kalau pintu pabrik juga selalu dikunci untuk menghindari anak-anak keluar masuk dari pintu depan dan samping.

"Jadi dikunci untuk hindari anak-anak dari pintu depan dan samping agar tidak hilir mudik. Ini sudah berjalan enam tahun.

Mengutip dari TribunMedan, pintu pabrik dikunci untuk mengantisipasi pencurian oleh pekerja. Hanya pintu belakang pabrik yang dibuka sebagai akses untuk keluar masuk karyawan.

Tak hanya itu, ada dugaan alasan lain yang membuat pemilik pabrik selalu mengunci pintunya.

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting pun mengungkapkan dugaan sementara terkait alasan pemilik mengunci pintu. Siswanto menduga kalau pemilik kemungkinan takut lantaran pabrik tersebut ilegal.

Izin pendirian pabrik yang kurang lengkap disinyalir menjadi alasan pemilik selalu mengunci pintunya. Pihak pabrik pun hanya membuatkan pintu masuk dari pintu belakang untuk menghindari retribusi atau perizinan.

Pintu belakang tersebut juga digunakan sebagai akses keluar masuk para karyawan.
Sebanyak 30 orang tewas akibat terbakarnya pabrik korek api ilegal. Mereka diduga terkurung lantaran pemilik selalu mengunci pabrik saat jam kerja.

"Tak menutup kemungkinan mereka takut, karena izin mungkin tidak lengkap, makanya dibuat masuk dari pintu belakang, buat safety biar hindari retribusi atau perizinan," ujarnya.

Warga sekitar pabrik juga mengetahui kalau pintu pabrik memang selalu dikunci. Mereka juga mengatakan kalau pabrik tersebut ilegal.

"Ilegal ini pabriknya. Orang itu dikunci di dalam kalau sedang kerja. Enggak bisa asal keluar masuk," ungkap warga sekitar.

Pengawas Disnaker Sumut UPT I Medan-Binjai-Langkat Mahipal Nainggolan, mengatakan kalau pabrik mancis tersebut memang belum mendapat izin dari perangkat daerah. Mereka rencananya akan memanggil si pemilik pabrik untuk diperiksa terkait musibah tersebut.

"Belum ada izin dari perangkat daerah, belum ada laporan dari perangkat daerah. Pengusaha akan dipanggil terkait hal ini," kata Pengawas Disnaker Sumut UPT I Medan-Binjai-Langkat Mahipal Nainggolan di lokasi pada Jumat (21/6/2019).

Akibat kebakaran tersebut, 30 orang tewas terpanggang hidup-hidup lantaran pintu terkunci sehingga mereka tak bisa keluar. (tribunnews/bsr1)
Minggu, 23 Juni 2019

Sosok Pemilik Pabrik Mancis yang Berhasil Ditangkap, Curi Pegawai Hingga Tak Bayar Pajak
Indramawan, pemilik PT Kiat Unggul yang
menaungi pabrik mancis di Binjai
      Berita Nasional :

       Berita Daerah