Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Denpasar - Dosen Antropologi Universitas Indonesia, Yophie Septiady menilai pemerintah belum optimal melakukan pencatatan warisan budaya bukan benda yang dimiliki Indonesia.

Hal ini menjadi ironi, lantaran Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan warisan budaya tersebut.
Rabu, 31 Oktober 2012

Mengapa Ribuan Warisan Budaya RI Belum Didata
Padahal pencatatan budaya bisa mencegah klaim dari negara lain
Budaya bukan benda yang dimaksud misalnya tradisi lisan, kesenian, adat istiadat, ritus, cerita rakyat, praktik keagamaan dan budaya, serta berbagai budaya lainnya.

"Kelemahan paling mendasar adalah orang Indonesia sering menganggap semua warisan budaya yang bukan benda tersebut sebagai satu hal yang biasa-biasa saja, tanpa makna berarti, apalagi mau dipelajari dan diteliti," tutur Yophie di sela "Sosialisasi Pencatatan Warisan Budaya Tak Benda" di Hotel Grand Santhi Denpasar, Selasa, 30 Oktober 2012.

Yophie menilai,  banyaknya pihak yang tak mengetahui akar budaya dari warisan budaya --yang kategorinya bukan benda --  juga menjadi penyebab tidak tercatatnya kebudayaan tersebut.

Padahal, dengan mengetahui akar budaya, Indonesia memiliki landasan kuat jika ada masalah kepemilikan atau klaim dari negara lain.

Sayangnya, hingga kini proses pencatatan belum terintegrasi dengan baik. Ditambah lagi, masih banyaknya muatan kepentingan dan politik yang tercampur di dalamnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Restu Gunawan menjelaskan bahwa saat ini baru sekitar 2.108 warisan budaya tak benda yang sudah dicatat. Sementara masih banyak warisan budaya tak benda yang belum dicatatkan.

"Jumlahnya ribuan. Belum bisa dicatatkan karena berbagai faktor, salah satunya adalah tidak bisa diterjemahkan ke dalam konsep ilmiah karena terputusnya informasi dan sejarah yang minim," jelas Restu.

Menurut Restu, kegiatan pencatatan sesungguhnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pihak mulai dari masyarakat, LSM, pemerhati budaya, akademisi dan lainnya.

Selain pencatatan, upaya lain dari pemerintah agar warisan budaya bukan benda itu tetap hidup di masyarakat, adalah dengan membuat sarana berkreasi. Pemerintah mengaku sedang mengusahakan pembangunan rumah budaya di seluruh provinsi sebagai ruang ekspresi budaya, terutama budaya tak benda.


5 Negara Ramaikan Pekan Budaya Nusantara

Beragam ritual adat kebudayaan Indonesia dipamerkan dalam Gelar Budaya Nasional 2012 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Gelar Budaya Nasional 2012 adalah sebuah acara yang menampilkan banyak kesenian budaya dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dengan mengambil tema 'Ritus-ritus Pangan Nusantara', Gelar Budaya Nusantara 2012 resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti. Acara ini diikuti oleh 8 komunitas adat di Indonesia.

"Tujuan Gelar Budaya Nusantara ini selain untuk seni tradisi yang kita miliki hidup lestari dan terus berkembang, saya percaya dari senilah benteng tradisi bisa dipertahankan," kata Wiendu, Minggu 27 Oktober 2012.

Rencananya acara ini akan digelar selama 3 hari, mulai 27-29 Oktober 2012, dan menampilkan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja Upacara Randang Lingko dari Manggarai, NTT, Upacara Adat Dumaan dari Suku Dayak Kayaan Bahau di Kalimantan Timur, dan Ritual Kebo-keboan dari Banyuwangi.

Acara dimulai dari pagi sampai sore di Tugu Api. Malam harinya, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan seni di arena panggung, tak jauh dari Tugu Api TMII. Nantinya, acara akan ditutup dengan pertunjukan wayang. Dalam acara pembukaan, sejumlah kesenian daerah mulai dipertunjukkan.

Ada Reog Ponorogo asal Jawa Timur dan Topeng Ireng asal Gunung Merapi Yogyakarta. Banten pun turut memamerkan keseniannya lewat Upacara Saren Taun. Upacara ini adalah wujud rasa syukur masyarakat Banten atas hasil panen melimpah yang telah diberilkan Tuhan. Upacara Saren Taun dilakukan oleh komunitas adat dari Kasepuhan Cisungsang, Banten.

Menariknya, Gelar Budaya Nusantara 2012 juga dimeriahkan beragam kebudayaan asal mancanegara seperti Meksiko, India, Filipina, AS dan Venezuela. (VIVA)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :

seni tradisional kuda lumping