Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Bantul- Bangkai seekor hiu paus (whale shark) berbobot 3 ton dan panjang 14 meter, yang terdampar di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, mulai diawetkan. Pengawetan ini berguna untuk wisata pendidikan.
Senin. 13 Agustus 2012

Bantul Awetkan Bangkai Hiu Paus Terdampar
Namun, sayangnya, proses pengawetan tidak semudah yang dibayangkan karena besarnya ikan sehingga membutuhkan waktu yang lama. Pengawetan ikan sendiri menggunakan bahan asap batok cair yang setara dengan air keras.

"Saya rasa proses pengawetan ikan belum akan selesai saat libur Lebaran mendatang. Namun proses pengawetan sendiri bisa menjadi daya tarik wisata," kata Sri Suryawadati, Bupati Bantul, DIY, Minggu 12 Agustus 2012.

Menurut Ida, masyarakat di Pantai Baru harus segera mengajukan proposal untuk pembangunan ruang pameran untuk ikan hiu yang telah diawetkan, sehingga bantuan akan dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2013 atau pada perubahan APBD.

Kasie Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Rudi Suharta menambahkan, pengawetan hiu paus tidak melanggar UU tentang perlindungan satwa liar. Sebab, status hiu itu belum dilindungi (Appendix II).

"Kami sudah koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta dan Kementrian Kelautan dan Perikanan," jelas Rudi. Proses pengawetan, kata Rudi, juga ramah lingkungan karena menggunakan asap batok cair, bukan formalin.

Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Desa Poncosari Sukijan, sejak proses awal pengawetan, Jumat, 3 Agustus lalu, total dana yang dikeluarkan pokgiat sekitar Rp13 juta. Sedangkan pemasukan dari wisatawan pasca terdamparnya ikan hiu dari Rabu, 1 Agustus lalu hingga sekarang mencapai Rp13,6 juta.


Mengapa Hiu Paus Terjebak di Pantai Selatan

Dalam satu pekan dua ikan jenis hiu paus tutul terdampar di Pantai Selatan Yogyakarta tepatnya di Pantai Baru dan Pantai Parangkusumo, keduanya berada di Kabupaten Bantul.

Dua ikan tersebut saat terdampar dalam kondisi masih hidup, namun ikan berbobor 3 ton dan dua ton itu akhirnya mati saat ditarik tim SAR dan masyarakat ke daratan. Sebab, tak mungkin untuk mendorong mereka ke tengah laut.

Tak jelas apa penyebab dua ikan raksasa itu terdampar. Apakah akibat lingkungan, aktivitas bawah laut, atau faktor si paus itu.

Nelayan setempat memprediksi, terdamparnya ikan yang dijuluki paus naga lintang karena suplai makanan di tengah laut yang menipis. Sehingga ikan itu mencari makanan di tepi pantai. “Ikan hiu itu mencari binatang laut kecil seperti ikan teri atau plangton di pinggir pantai secara berkelompok,” kata Mugari salah satu nelayan di Pantai Samas Kabupaten Bantul, DIY, Minggu 5 Agustus 2012

Ikan hiu tutul yang terdampar dan akhirnya mati biasanya mereka terpisah dari kelompok sehingga mengalami disorientasi. Ikan malang itu mencari makan terlalu menepi di pantai sehingga terdorong olehgelombang ke bibir pantai dan tak bisa lagi berenang ke tengah laut. “Akhirnya ikan tersebut mati lemas karena tak cukup mendapat pasokan air dan oksigen,” terangnya

Kejadian ikan tutul terdampar di Pantai Selatan Bantul ini bukanlah yang pertamakalinya, pada tahun 2009 yang lalu ikan hiu tutul juga terdampar di Pantai Parangkusumo dan akhirnya mati. Pada tahun 1970-an, ikan hiu tutul dengan ukuran yang lebih besar dari dua ikan hiu yang terdampar di Pantai Baru dan Pantai Parangkusumo, juga terdampar di kawasan Pantai Samas.

“Yang pasti, ikan hiu yang terdampar di Pantai Selatan Yogyakarta jarang yang selamat karena kondisi pantai dengan gelombang tinggi dan peralatan yang minim akan sulit bagi semua pihak untuk mendorong ikan tersebut ke tengah laut agar hidup,” tandasnya

Sementara itu, Program Manager Animal Friends Jogja (AFJ), Dessy Zahara Angelina Pane, mengatakan ikan hiu paus tutul yang terdampar di Pantai Baru dan Pantai Parangkusumo merupakan satu jenis hanya berbeda bobotnya. “Ikan tersebut harusnya bergerak menuju laut yang dalam justru menepi ke pantai karena mengalami disorientasi,”ujarnya

Pejabat BKSDA Yogyakarta Seksi Wilayah Konservasi Bantul-Gunungkidul Sartana mengatakan ikan hiu tutul merupakan termasuk spesies yang muncul pada Appendix II (belum terancam punah) sehingga  bukan spesies yang dilindungi. Maka masyarakat dapat memanfaatkan ikan tersebut jika terdampar di tepi pantai.

“Hiu paus termasuk spesies yang muncul pada Appendix II (belum terancam punah),” kata dia. Meski demikian, Sartana membenarkan jika populasi paus hiu saat ini sudah berkurang. “Beda dengan spesies dilindungi, izin pemanfaatannya harus dari Menteri. Kalau Appendix II, ijinnya cukup dari BKSDA setempat,” imbuhnya. (VIVA)
Seekor ikan Hiu Paus terdampar di pantai DIY (REUTERS)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :