Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Menurut Carwardine, kesadaran untuk memelihara kesehatan di kalangan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi lemah dan yang berpendidikan rendah, masih rendah.

Akibatnya, rentan terhadap wabah penyakit yang diakibatkan sanitasi dan lingkungan yang kurang bersih seperti diare, demam berdarah, dan penyakit menular lainnya.

"Padahal penyakit tersebut dapat dicegah, apabila memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk hidup sehat," katanya.
Minggu, 15 Juli 2012

150.000 Balita Meninggal Per Tahun di Indonesia
Ilustrasi: Seorang petugas medis menimbang anak balita di Masjid Alhuda, Kali Menteng, Menteng Atas, Jakarta
Makassar - Sekitar 150.000 anak usia di bawah lima tahun di Indonesia meninggal dunia per tahun akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

"Penyakit yang dapat dicegah itu, erat kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan pribadi dan lingkungan," kata Head of Communication and Partnership Cluster dari UNICEF Indonesia Edward Carwardine di Makassar, Sabtu.
Selain kematian yang disebabkan penyakit yang bisa dicegah rentan pada usia balita di Indonesia, lanjut dia, kasus kematian pada perempuan saat melahirkan juga sangat rentan.

Dia mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun UNICEF diketahui, terdapat sekitar 10.000 orang perempuan di Indonesia meninggal dalam setahun akibat komplikasi penyakit pascapersalinan.

Kondisi itu terjadi karena pelayanan kesehatan dasar, maupun fasilitas kesehatan masih minim di sejumlah daerah tertentu.


Standar terbaru kesehatan makanan dari WHO

Pada awal bulan Juli, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan standar-standar terbaru keamanan kesehatan makanan yang menguntungkan para konsumen.

Regulasi baru itu memuat standar kadar melamin di susu formula cair untuk bayi, standar seafood, melon, makanan kering, dan label pada makanan.

Melamin pada susu formula bisa berakibat fatal bagi konsumennya terutama bila itu bayi atau anak kecil.

Sekarang, WHO telah menentukan ambang toleran kontaminasi melamin di susu bayi cair 0,15 mg/kg. Batas untuk susu formula bubuk adalah 1 mg/kg dan 2,5 mg/kg untuk makanan lain serta makanan ternak.

Standar untuk makanan kering juga diatur oleh WHO. Kadar aflatoksin yang bersifat karsinogenik (pemicu munculnya kanker) banyak dijumpai di berbagai makanan kering, kacang-kacangan, bumbu, dan sereal bila tidak dikemas dengan baik. Sekarang batas maksimal aflatoksin adalah 10 mg untuk tiap kilogram makanan kering.

Buah melon juga tidak luput dari perhatian WHO. Karena ternyata melon potong yang dikupas kulitnya bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, dan diduga terkait dengan penyebaran salmonela yang mengancam jiwa.

WHO memasang standar bahwa melon potong harus segera dibungkus dan disimpan di kulkas dengan suhu maksimal 4 derajat Celcius.

Untuk seafood, WHO meminta agar tempat hidup moluska seperti tiram dan kerang harus diteliti kadar kontaminasinya. Karena seafood yang tidak sehat akan menimbulkan hepatitis A bagi penyantapnya.

WHO juga mewajibkan semua produsen makanan untuk menampilkan informasi nutrisi di bagian kemasan, agar konsumen menjadi paham apa yang mereka makan. (ant)

      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :