Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Surabaya - Jawa Timur merupakan salah satu provinsi penghasil tembakau dan produsen rokok di Indonesia. Menanggapi rencana Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau, Gubernur Jatim Soekarwo meminta pejabat terkait berfikir kembali sebelum memutuskan.
Rabu, 04 Juli 2012

Gubernur Jatim 'Dukung' Penolakan RPP Tembakau
"Bukannya menolak, tapi tolong dipikirkan kembali bagaimana nasibnya 6,1 juta orang (petani hingga buruh pabrik rokok), itu menjadi pertimbangan," kata Soekarwo, Selasa (3/7/2012).

Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo ini menerangkan, tembakau hanya reaktif sama seperti kafein kandungan kopi. Selain itu, larangan merokok juga sudah jelas yang tertera di setiap bungkus rokok seperti 'Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

"Ibaratnya sama beli alkohol. Alkohol ditulis kan berbahaya. Orang minum alkohol bisa merusak hati, kanker hati. Tapi tidak ada alkohol juga tidak bagus, karena untuk obat," tuturnya.

Ia menambahkan, di beberapa negara lain juga banyak masyarakat yang merokok. Menurutnya, sebetulnya masalah rokok terletak pada antara kretek dengan tembakau virginia.

"Kalau berlebihan itu memang tidak bagus," jelasnya. (dtk)


Ketua Komisi IX DPR Dukung Demo Petani Tembakau

Ketua Komisi IX DPR dari PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, mendukung aksi demo ribuan petani tembakau di Jakarta, yang berlangsung pada hari ini. Para petani tersebut menentang Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tembakau, yang mengatur zat adiktif pada tembakau.

"Wajar kalau Petani memprotesnya," kata Ribka di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Ribka meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan selaku pengusul RPP Tembakau untuk mendengar tuntutan para petani itu, dan bersedia mengevaluasi ulang substansi serta pengesahannya.

"Menurut saya jangan dulu disahkan. Untuk kondisi sekarang bisa susah karena ada 15 juta petani tembakau yang dirugikan. Belum lagi petani cengkeh. Berapa lagi nanti angka pengangguran bisa tambah," kata dia.

Politisi PDI Perjuangan itu pun menduga ada kepentingan asing di balik pengesahan RPP nanti, yakni keinginan produsen rokok asing membawa 'rokok putih' dijual di Indonesia.

Seperti diketahui, rokok putih berbeda dengan rokok kretek yang biasa beredar di Indonesia. Rokok putih dibuat dari tembakau sintetis. Sementara, rokok kretek dibuat dari tembakau asli.

Dan selama ini, rokok putih dianggap memiliki kadar tar dan nikotin rendah. "Padahal, justru yang rokok putih itu yang tak jelas dan susah dideteksi," kata Ribka yang pernah terseret kasus korupsi ayat Tembakau itu.

Menurut Riba, jika kelak rokok putih masuk ke Indonesia, maka akan semakin merugikan petani tembakau tanah air mengingat rokok jenis tersebut diproduksi di negara asal.

Entah penelitian dari mana, Ribka menilai rokok bukanlah penyebab tingginya angka penyakit dan kematian di Indonesia. "Tapi pasien sakit ditolak di rumah sakit, yang dianggap tidak punya asuransi, dan sebagainya," ujarnya.


Wamenkes: Masyarakat Belum Paham RPP Tembakau

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron mengatakan, sebagian besar masyarakat belum memahami betul terkait disusunnya RPP Tembakau sehingga RPP ini banyak ditentang.

"Iya, masyarakat itu masih banyak yang belum paham," ujar Ali Gufron saat dihubungi, Selasa (3/7/2012).

Karena belum paham itu, Ali Gufron melihat reaksi masyarakat menjadi berlebihan, khususnya pada petani tembakau yang mengira dengan diberlakukannya RPP Tembakau ini nantinya akan mematikan pekerjaan mereka.

"Jadi, umumnya mereka khawatir yang berlebihan sepertinya," kata Ali Gufron.  (tribunnews)
ilustrasi: petani tembakau
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :