Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Jakarta - Setelah menunggu lebih dari lima bulan dan melalui proses penghitungan berkali-kali, akhirnya Taman Nasional Komodo yang terletak di Pulau Komodo, resmi ditetapkan sebagai New 7 Wonders of Nature atau yang lebih dikenal dengan 7 keajaiban dunia.

Hal tersebut diresmikan oleh Presiden Direktur New7Wonders Bernard Weber dan Duta Besar Komodo Jusuf Kalla.
Kamis, 17 Mei 2012

Horeee! Pulau Komodo Resmi Masuk New 7 Wonders of Nature
Bernard Weber mengucapkan selamat kepada Indonesia melalui rilis yang dikirimkan kepada Yayasan Komodo Kita saat jumpa pers di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta.

Rilis tersebut melengkapi gambar Pulau Komodo di website new7wonders.com yang semula disertai tulisan provisional, kini sudah resmi menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia mulai pukul 17.00 sore ini.

"Congratulated the people of Indonesia and the fans of KomodoIsland in the world for so enthusiastically backing this finalist in the global voting campaign," tulis Weber dalam rilis kepada Komodo Kita.

Sementara itu, Duta Besar Komodo yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Komodo Kita, Jusuf Kalla mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang memilih Pulau Komodo saat voting dilakukan bulan November lalu.

"Terimakasih atas dukungan seluruh rakyat sehingga proses yang panjang akhirnya dapat diakui dunia sebagai seven wonder yang populer di dunia," kata JK saat jumpa pers New7Wonders of Nature.

Menurut Jusuf Kalla, proses yang lama dan panjang dilalui Pulau Komodo karena banyaknya dukungan kepada Pulau Komodo sehingga proses yang dibutuhkan untuk audit pun menjadi panjang.

"Dibutuhkan waktu yang sangat lama karena punya pemilih yang besar, voting diakhiri November lalu dan butuh waktu lama untuk mengaudit. Dari tujuh negara, tiga sudah diinagurasi, sisa dua dan kini tinggal Amazon yang harus diaudit," tambahnya.

Dengan diakuinya Pulau Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia, secara otomatis membuat kemajuan perekonomian tersendiri bagi masyarakat sekitar Pulau Komodo.


SwissContact Berharap Semua Pihak Lestarikan Komodo

Lembaga swadaya masyarakat asal Swiss, SwissContact, mendorong semua pihak turut memelihara kelestarian Taman Nasional Komodo setelah masuk dalam daftar tujuh lokasi keajaiban dunia untuk kategori alam (New 7 Wonders of Nature) beberapa waktu lalu.

"Dengan pencapaian prestasi itu, tugas BTNK (Balai Taman Nasional Komodo) bukannya bertambah ringan. Oleh karena itu, kami berharap semua elemen masyarakat, instansi pemerintah, dan pelaku usaha pariwisata dapat bergandengan tangan untuk melestarikan keindahan alam di Taman Nasional Komodo," kata Konsultan SwissContact, Amos Lillo, di Denpasar, Minggu (11/12).

Pihaknya sangat mendukung upaya semua pihak untuk melestarikan komodo dan kemajuan pariwisata di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Sebelumnya pihak SwissContact telah bertemu Kepala BTNK, Sustyo Iriono, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, beberapa waktu lalu.

"Dalam perbincangan singkat dengan Bapak Sustyo menjelaskan betapa tidak ringannya tugas dalam menjaga memelihara, melestarikan, dan berkoodinasi dengan berbagai elemen masyakat dan instansi terkait dalam mengemban tugas dalam rangkaian pencapaian New 7 Wonders of Nature," kata Amos.

Menurut dia, Taman Nasional Komodo bukan saja dihuni reptil komodo, melainkan juga ada satwa hutan lindung, seperti babi, rusa, dan kerbau yang perlu dipelihara. "Di sana juga ada taman lautnya yang menjadi salah satu objek terindah di dunia dengan terumbu karang dan biota lautnya yang sangat mengagungkan," katanya.

Tentunya tugas dan tanggung jawab tersebut, lanjut dia, tidaklah ringan dalam menyandang predikat New 7 Wonders of Nature bagi anak bangsa secara umum.

Menariknya lagi, dalam pertemuan singkat dengan Amos, Sustyo menuturkan bahwa dirinya berada di tengah hutan komodo pada saat semua pihak menanti pengumuman New 7 Wonders of Nature pada 11 November 2011.

Pihaknya sangat mengapresiasi upaya tak kenal lelah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Duta Komodo.

"Kegigihan beliau dalam upaya yang tak kenal lelah telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hasil akhir bahwa komodo menjadi bagian dari keajaiban dunia," katanya.

SwissContact juga sangat peduli atas perkembangan pariwisata Flores secara keseluruhan, baik dalam pendataan maupun penataan objek-objek wisata dan sumber daya manusia dalam peningkatan pengembangan pariwisata secara keseluruhan. (Ant/OL-2) (MICOM)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :