Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali terganggu dengan para audiens yang tertidur ketika dia membacakan pidato.

Setelah sejumlah peristiwa sebelumnya, kali ini insiden tertidur itu terjadi pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2012.
Kamis, 30 Agustus 2012

SBY Tegur Anak-anak yang Tidur Saat Pidato
Sekitar tiga menit, SBY menghentikan pidatonya untuk menegur itu.
"Tolong bangunkan yang tidur, itu ada satu dua yang tidur," kata Presiden SBY pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Theater Imax Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu 29 Agustus 2012.

SBY menegur sambil menunjuk ke arah kursi yang ditempati sekitar 581 anak. Anak-anak itu terdiri dari siswa madrasah, sekolah, dan pesantren. Menurut salah seorang panitia, para siswa ini sudah tiba di lokasi acara mulai pukul 8 pagi. Sedangkan acara SBY baru digelar dua jam kemudian.

"Anak sudah datang sejak jam 8 pagi. Termasuk nyanyi-nyanyi, pentas, dan lain-lain," kata seorang panitia yang enggan disebut namanya.

Teguran terjadi ketika Presiden SBY tengah berbicara  tentang bagaimana agar anak-anak menjadi manusia unggul di masa depan. Sekitar tiga menit sesudah memulai pidato, SBY berhenti sejenak lalu meminta membangunkan anak-anak yang tertidur itu.

Setelah menegur, SBY melanjutkan pidatonya. "Mari kita rawat dan asuh anak-anak kita dengan penuh kasih sayang dan penuh tanggung-jawab. Utamanya bagi anak-anak kita yang berada pada usia emas, golden age, dari lahir hingga umur delapan tahun," kata SBY.

Dalam pidatonya, SBY menegaskan agar menumbuhkan keunggulan anak-anak dengan asah, asih, dan asuh, agar mereka tumbuh menjadi insan cerdas, berkepribadian luhur, jujur, berakhlak mulia, santun, dan beretos kerja tinggi.

"Mari kita berikan gizi yang baik dan seimbang, agar fisiknya tumbuh sehat dan kuat, memiliki intelektual yang tinggi,  serta memiliki mental yang tangguh," ujar SBY lagi.

Insiden Presiden SBY yang menegur audiens ini bukan pertama kali terjadi. Terakhir, saat Presiden SBY memberikan kuliah umum kepada jajaran Perwira Siswa TNI dan Polri di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat, Bandung, Jumat 29 Juni 2012.

Dalam pidato ini, SBY menegur 7 Perwira Siswa yang berada di barisan depan, karena mereka berbicara terus saat SBY pidato.


SBY: Lingkungan Sosial Harus Ramah untuk Anak

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, tema besar "Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak" pada Hari Anak Nasional tahun ini sangat tepat dan relevan.

Alasannya, di era globalisasi saat ini, anak harus diberikan lingkungan sosial, pendidikan, dan tata pergaulan yang ramah.

"Dengan cara itu, anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang menyongsong masa depan yang cerah," katanya saat menghadiri Hari Anak Nasional di Theater Imax Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Rabu 29 Agustus 2012.

Menurut presiden, masa depan yang cerah bagi anak-anak, juga akan menjadi masa depan yang lebih baik bagi kehidupan bangsa dan negara.

Selain memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi anak-anak, pemerintah, katanya, juga memberi ruang yang lebih besar pada program-program inovatif. Dengan begitu akan meningkatkan kecerdasan, kebugaran, dan kesejahteraan anak-anak.

"Bagaimanapun, anak-anak kita di masa depan dihadapkan pada kompetisi global yang keras," ujarnya.

Presiden mengatakan, pemerintah sangat mendorong anak-anak Indonesia untuk lebih mengenali, mencintai, dan mengembangkan bidang kehidupan yang penting bagi masa depannya.

Baik itu bidang sains dan teknologi, bisnis dan ekonomi, maupun seni dan budaya. Atau cabang profesi dan bidang kehidupan apapun yang positif.

"Ke depannya kita ingin lebih banyak lagi anak-anak dan remaja Indonesia yang berprestasi. Baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

"Saya berharap anak-anak kita dapat berperan dan menjadi pemimpin dari negara kita yang Insya Allah akan makin maju, unggul, dan sejahtera, di masa depan," kata SBY.


sumber: VIVA.co.id
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :