Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Jakarta - Baku tembak yang terjadi di Solo memakan 3 korban jiwa. 2 Orang teroris dan 1 orang petugas Densus 88 tewas dalam baku tembak tersebut.

"Beberapa menit lalu dilaporkan oleh Kapolri ke Presiden, telah berlangsungnya penyergapan terhadap kelompok orang yang diduga jaringan teroris. Mereka adalah pelaku teror penembakan tanggal 17, 18 dan 30 Agustus kemarin," kata Jubir Presiden, Julian Aldrin Pasha, Jumat (31/8/2012).

Julian mengatakan, dalam laporannya, Kapolri menjelaskan penyergapan dipimpin oleh Densus 88. Selain dua orang yang tewas dari pihak teroris, terdapat 1 orang yang diamankan.
Sabtu, 01 September 2012

2 Terduga Teroris dan 1 Petugas Densus Tewas dalam Baku Tembak di Solo
"Kelompok itu memang dikejar habis-habisan dan telah diidentifikasi. Dilaporkan dua orang teroris itu tewas, dan satu orang ditangkap hidup-hidup dan berhasil diamankan," terang Julian.

Satu orang petugas Densus 88 juga dilaporkan tewas akibat terkena tembakan dalam baku tembak. Petugas Densus yang tewas atas nama Bripda Suherman.

"Dari pihak aparat jatuh korban satu orang tewas, anggota Densus 88 Bripda Suherman," ujar Julian.

Kontak tembak terjadi di Jalan Veteran, Solo. Seorang pengendara sepeda motor disergap petugas Densus di tengah jalan. Pengendara tersebut melawan dengan tembakan. Menurut saksi, pengendara motor tewas diberondong senjata petugas.

Penyergapan terjadi di kawasan Tipes, Solo, di tengah Jalan Veteran, Jumat (31/8/2012) malam. Lokasi penyergapan tak jauh dari sebuah warung tenda angkringan. Seorang pembeli angkringan menuturkan, terjadi peristiwa cepat. Seorang pengendara motor, tiba-tiba sudah dikepung sekitar 8 hingga 10 petugas.


Ini Kesaksian Warga yang Menyaksikan Baku Tembak di Solo

Penyergapan terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, diketahui secara luas oleh warga karena terjadi di tengah jalan. Seorang warga melihat target yang kemudian disebut sebagai terduga teroris saat itu datang berboncengan menggunakan motor dari arah timur. Terjadi kontak tembak dengan aparat beberapa saat setelah terduga teroris berhenti makan soto di pinggir jalan.

Seorang warga, Boni, memaparkan melihat kedua target berboncengan motor di Jalan Veteran dari arah timur, Jumat (31/8/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Semula keduanya sempat hendak berhenti di kios sate ayam, mungkin untuk mencari makan. Namun karena sate ayam tutup, keduanya lalu menuju ke arah barat ke kios soto yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kios sate ayam.

"Dia baru saja memesan soto. Mungkin baru makan dua hingga tiga suapan, salah satu diantaranya terlihat bereaksi. Mungkin karena sudah merasa diikuti mobil yang berada di belakangnya. Dia kemudian menuju ke tengah jalan, menyerang dengan mengeluarkan senjata api dan menembakkan senjatanya ke arah mobil tersebut," papar Boni.

Setelah itu, sejumlah orang yang berada di dalam mobil keluar dari mobil yang ditembaki. Orang-orang dari mobil itu lalu mengepung dan memberondongkan tembakan ke arah si target yang bereaksi itu. Sedangkan seorang lainnya yang tidak memberikan reaksi, langsung diamankan dengan dimasukkan ke dalam mobil. Demikian juga dengan sepeda motor mereka.

Seorang saksi lainnya, Pak Jo, mengaku melihat kejadian penyergapan dari jarak dekat karena dia sedang berada di warung angkringan tak jauh dari lokasi penyergapan. Pak Jo melihat, target yang sudah terkepung diberondong tembakan oleh aparat berpakaian preman. Target tewas seketika dengan luka parah di bagian kepala. Hingga saat ini ceceran darah masih terlihat di lokasi kejadian.

Sedangkan seorang saksi lainnya yang tidak bersedia disebut namanya mengaku melihat ketika seorang anggota polisi yang terhuyung-huyung karena mengalami luka tembak. Polisi yang terluka itu lalu ditolong oleh temannya dan dibawa pergi. Belakangan diketahui polisi yang terluka itu adalah anggota Densus Bripda Suherman yang kemudian meninggal di RS Brayat Minulyo, Solo, akibat luka tembak di bagian perut.

Siapakah kedua orang tersebut? Hingga saat ini masih belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Namun informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan dua orang itu adalah anggota jaringan teroris lama yang punya dendam terhadap polisi. Dua orang itu berinisial F dan B. F adalah target yang tewas diberondong peluru anggota, sedangkan B adalah yang ditangkap dalam kondisi hidup.

"F ini punya pengalaman latihan kemiliteran sangat baik. Dia berpengalaman di berbagai medan tempur kawasan konflik," ujar seorang sumber di lapangan.



sumber: news.detik
Bripda Suherman di RS Brayat Minulya Solo
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :