Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Jakarta - Tiga terduga teroris di tangkap di dua rumah kontrakan di Palmerah. Dua terduga di antaranya David Anshari dan Herman Setiono merupakan kakak beradik yang menempati sebuah kontarakan yang beralamat di Gang Haji Kimin Nomor 24 RT 03 RW 09.

"David dan Herman yang merupakan kakak beradik, sementara Anto seorang pendatang," kata Ketua RT Mudiyanto di lokasi, Sabtu(27/10)
Minggu, 28 Oktober 2012

Densus Tangkap Terduga Teroris Dikira Bagi Kambing
Awalnya, warga tak menyadari jika lingkungan rumahnya disatroni Densus 88. Mereka menyangka banyak orang sibuk berlarian untuk membagikan daging kurban.

"Penangkapan itu sekitar pukul 11.00 WIB. Saya kira Pak RT mau bagiin daging kambing, karena memang lagi ada pemotongan kambing. Tetapi, pas saya ke luar rumah sudah ramai ada polisi segala dan sudah dikasih garis polisi," kata saksi mata bernama Nita di lokasi kejadian.

Selain Herman dan David, Densus 88 juga mengamankan Heriyanto. Ketiganya sudah dibawa untuk pengembangan jaringan teroris lainnya. Klik videonya di sini.

Belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait penangkapan ini. Juga belum terungkap dalam kaitan apa ketiganya ditangkap. Penangkapan oleh Densus 88 di wilayah DKI dan sekitarnya dilakukan pada September 2012, terkait kelompok Muhammad Thoriq.

Empat Lokasi Target Pengeboman Kelompok Hasmi

Kelompok teroris Hasmi (Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia) berencana melakukan aksi teror di sejumlah lokasi di Indonesia. Beberapa tempat yang dijadikan target pengeboman dalam waktu dekat oleh kelompok teroris baru ini, sudah ditentukan.

Pertama, Konsulat Jenderal Amerika di Citra Niaga, Surabaya. Kedua, Kedutaan Besar Amerika di Jalan Senopati, Menteng, Jakarta Pusat. Ketiga, Plaza 89 di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka juga menyasar kantor Freeport dan Kedutaan Besar Australia yang berada tepat di depan Plaza 89. Dan keempat, Markas Korps Brimob di Srondol, Jawa Tengah.

"Sasaran untuk kelompok Hasmi, kelompok yang baru ini berorientasi pada  alamat-alamat tersebut," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius saat menggelar konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2012.

Untungnya, sebelum para teroris melakukan aksinya, Detasemen Khusus Anti Teror 88 Mabes Polri lebih dulu menangkap orang-orang yang diduga sebagai calon pelaku itu.

Sejauh ini, belum diketahui motif dari kelompok ini. Saat ini, 11 orang yang ditangkap masih diperiksa pihak kepolisian. "Sasaran ditetapkan dari hasil interogasi, tapi kapannya masih didalami," ujar Suhardi.

Disebut Teroris, Pengurus Hasmi Akan Klarifikasi ke Polri

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islam (Hasmi), Muhammad Sarbini, mengatakan, pihaknya akan mendatangi Mabes Polri, hari ini, Minggu 28 Oktober 2012. Kedatangannya untuk meminta penjelasan dari pihak Polri serta memberi klarifikasi terkait organisasi teroris yang juga bernama Hasmi.

Dalam keterangan persnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan, 11 terduga teroris yang diringkus adalah kelompok teroris Hasmi. "Insya Allah, kami akan mendatangi Mabes Polri untuk memberikan klarifikasi yang sebenarnya," ujar Sarbini di kantornya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dia menegaskan, Hasmi sebagaimana yang telah disebutkan dalam pemberitaan bukan organisasinya. Menurut dia, ormas Islam yang dipimpinnya berkonsentrasi pada dakwah umum dan pendidikan resmi.

"Dalam kegiatan dan syiarnya senantiasa mengajak untuk berdakwah dengan cara damai dan anti tindakan kekerasan," tegasnya. Suhardi sebelumnya mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal, para tersangka merupakan bagian dari jaringan teroris baru yakni, Hasmi.

"Kelompok ini baru, namanya Hasmi. Kepanjangan dari Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia. Penangkapan pertama pada 26 Oktober 2012 di Pulau Jawa tepatnya di Perumahan Puri Amarta Residen, Desa Jesinan, Madiun," kata Suhardi.

Kelompok Teroris Hasmi Belajar Rakit Bom dari Buku

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan, 11 terduga teroris itu mengaku belajar membuat bom dari buku panduan. "Mereka belajar dari buku panduan yang dibeli berdasarkan penelusuran di internet. Bahasa, dari buku panduan tersebut yakni Indonesia dan Inggris," kata Suhardi dalam keterangan persnya di Jakarat, 27 Oktober 2012.

Menurut Suhardi, 11 orang itu tergabung dalam kelompok teroris bernama Hasmi (Harakah Sunni untuk Masyarakat Indonesia). Meski begitu, pihaknya masih mendalami apakah dari 11 orang itu masuk dalam jaringan teroris yang sudah ada di Indonesia sebelumnya. Mereka membuat bom berdaya ledak tinggi dengan sasaran yang sama. Selain itu, bom yang dimasukkan ke dalam tabung elpiji tersebut sama dengan bom yang ditemukan beberapa waktu lalu di Beji, Depok.

"Kami masih kembangkan, mereka masih diperiksa densus. Nanti perkembanganya kami beritahu ke depan. Yang pasti, mereka mengaku dari kelompok Hasmi dan kelompok tersebut baru," kata Suhardi. (VIVA)
penangkapan-teroris-melawi
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :