Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Surabaya - Polisi tidak bisa melarang pemudik menggunakan motor saat pulang ke kampung halaman. Namun, disarankan warga memanfaatkan angkutan umum karena keselamatan diri dan keluarganya lebih terjamin.

"Kami tidak bisa melarang tetapi kami mengimbau. Karena motor tidak dirancang untuk perjalanan jauh," kata Kombespol Komarul Zaman, Sabtu (11/8/2012).
Minggu, 12 Agustus 2012

Polisi Tak Bisa Larang Pemudik Pulkam Nunggang Motor
Dirlantas Polda Jatim itu mengatakan, kalaupun tetap memaksa menggunakan motor sebaiknya tidak membebani diri dengan jumlah orang yang dibonceng dan barang yang berlebihan. Sebuah motor idealnya hanya membolehkan satu orang untuk dibonceng dengan barang seminimal mungkin.

"Kalau yang membonceng sudah lebih dari satu orang ditambah membawa banyak barang, itu sudah bahaya. Keselamatan di jalan menjadi taruhannya," tambah Komarul.

Meski sudah melakukan sosialisasi dan banyaknya promosi mudik gratis, tetapi minat pemudik menggunakan motor tetap tinggi mengingat banyak keuntungan yang didapat.

Selain lebih murah, motor juga bisa digunakan sebagai sarana transportasi di kampung halaman. Sayangnya, kesadaran pemudik motor tersebut sebagian besar rendah.

Di jalur-jalur angkutan lebaran masih banyak ditemui pemudik motor yang membawa seluruh keluarganya beserta banyak barang di depan, tengah dan belakang motor. Satu motor bisa dijejali 4 orang plus barang-barang.

Tak heran motor mendominasi angka kecelakaan dan korban jiwa selama lebaran. Pada angkutan lebaran tahun 2011 di Jatim, motor mendominasi angka kecelakaan. Dari 630 kasus kecelakaan, 571 kasus melibatkan motor. Korban meninggal dunia berjumlah 93 orang, luka berat 122 orang dan luka ringan 486 orang.


Kapolda Jatim Imbau Warga Tidak Menggelar Takbir Keliling

Kapolda Jatim mengimbau masyarakat agar pelaksanaan takbir lebaran nantinya tidak menganggu kelancaran arus lalu lintas. Masyarakat diharap tidak turun ke jalan melakukan drop-dropan peserta takbir dari luar daerah.

Ini artinya, Irjen Pol Hadiatmoko meminta masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling. Sebab arak-arakan massa dianggap rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

"Saya imbau untuk takbir di masjid saja bersama Kapolda, karena takbir di masjid lebih hening, lebih syahdu," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko setelah memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2012 di Mapolda Jatim, Jumat (10/8/2012).

Sejauh ini, lanjut dia, pelaksanaan takbir Idul Fitri di kawasan Jatim masih bisa ditoleransi.

Pelaksanaan takbir di jalan raya pada tahun-tahun sebelumnya terpantau tidak sebegitu ramai. Karena itu sampai sekarang Polda Jatim belum mengeluarkan larangan pelaksanaan takbir di jalan raya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengantisipasi kekacauan dan kemacetan lalu lintas saat waktu takbir berlangsung.

"Kami mengimbau Takbir di Masjid atau komplek perumahan saja. Jangan turun ke jalan. Sebab kalau memilih turun di jalan raya, bisa-bisa jalanan jadi macet," tambah dia.

"Ini sifatnya imbauan saja. Tapi saya sudah menyampaikan pesan pada pos-pos polisi di perbatasan agar jangan sampai ada drop-dropan masyarakat yang melaksanakan takbir dari luar daerah," terang Hadiatmoko.

Dia beralasan, drop-dropan masyarakat bisa menimbulkan kekacauan penjagaan polisi dan bisa berakibat pada kemacetan lalu lintas. Selain itu, dia juga meminta seluruh personelnya agar bertugas maksimal dalam pelaksanaan operasi ketupat semeru ini.

"Terutama pada kemacetan, petugas sudah saya arahkan untuk berjaga ditiap simpul-simpul kemacetan," tutup dia. (detikSurabaya)
mudik pakai motor
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :