Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright @ 2011 - 2018 majalahbuser.com
Banyuwangi - Pihak keluarga terduga teroris Puji Kuswati enggan menerima jenazah pelaku pengeboman gereja di Surabaya. Mereka beralasan Puji bukanlah warga desa setempat di Banyuwangi.

"Puji bukan warga Banyuwangi. Ya, seharusnya ikut dengan suaminya di Surabaya untuk dimakamkan," jelas salah seorang anggota keluarga, Rusiono, Senin (14/5/2018).

Meskipun secara langsung memiliki hubungan keluarga, pihak keluarga besar tak berharap jenazah pelaku bom bunuh diri bersama kedua anaknya itu dimakamkan di Banyuwangi.

Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Haji Kusni dan Minarti Infiah itu, kata Rusiono, sudah lama meninggalkan rumah dan ikut suaminya. "Soal itu tentunya masih perlu musyawarah dengan pihak keluarga," tambahnya.

Meskipun punya hubungan darah, kata Rusiyoni, pelaku tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga. Sebab, puji sudah lama berpisah lantaran diasuh oleh saudaranya. Ditambah lagi keluarga sebelumnya tidak merestui hubungan dengan sang suami, Dita Oeprianto.

"Alasan lain, keluarga sebelumnya tak menerima perbedaan prinsip dan pandangan mengenai aliran yang dianut," ungkapnya.

Sementara itu, kepala desa setempat bernama Sumarto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga mengenai jenazah pelaku bom di Surabaya.

"Jika keluarga menghendaki, kami siap membantu berusaha menerima jenazah dikubur di sini. Sekarang tergantung pihak keluarga," pungkasnya. (dnu/dnu/detik)
Senin 14 Mei 2018

Keluarga di Banyuwangi Tolak Jenazah Istri Bomber Gereja
Keluarga Puji
salah satu bomber gereja Surabaya
      Berita Nasional :

       Berita Daerah