Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Kediri - Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Kediri, Samsul Ashar dan Teguh Juniadi akhirnya mendaftar ke kantor KPU. Mereka datang di detik terakhir pendaftaran pukul 23.00 WIB, Rabu (10/1). Pasangan ketiga ini diusung PDIP dan Hanura.

Menurut Samsul Ashar usai mendaftar di KPUD bahwa keinginannya kembali mencalonkan diri menjadi wali kota didasari keinginan membangun masyarakat Kota Kediri lebih baik dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) lebih baik.

Karena sebelumnya, Samsul Ashar yang juga berprofesi sebagai dokter ini mantan wali kota Kediri periode 2009-2014 silam. Namun pada periode selanjutnya Samsul kalah dengan wali kota petahana Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah.

"Saya mencalonkan diri lagi, karena seandainya masyarakat Kota Kediri, akses kesehatan dan pendidikan serta IPM-nya bagus, saya tidak akan mencalonkan diri lagi, tapi saya ingin mengabdikan diri saya untuk Kota Kediri," jelas pak dokter sapaan akrab Samsul Ashar, Kamis (11/1/2018) dini hari.

Sementara kabar Ketua Hanura Kota Kediri Budi Santoso enggan memberikan tanda tangan surat mandat paslon Samsul Ashar-Teguh Juniadi ke KPU, dibantah. Dia mengaku mengaku PDIP dan Hanura masih solid. "Tidak ada apa-apa kok, Hanura tetap solid kok," ucap Budi Santoso dengan singkat.

Sementara itu ada kejadian yang unik terjadi. Pada Senin (10/1/2018) lalu tampak Ketua DPC PDIP Kota Kediri, Agus Sunoto beserta pengurusnya mendampingi dan mengantar petahana Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah mendaftarkan diri ke KPU.

Namun Rabu (10/1) malam, pengurus DPC PDIP Kota Kediri, Agus Sunoto beserta pengurus partai lainnya datang kembali ke kantor KPU untuk mendaftarkan pasangan Samsul Ashar-Teguh Juniadi.

Saat detikcom berusaha mengkonfirmasi hal ini seusai proses pendaftaran, Agus Sunoto dan tim langsung pergi meninggalkan kantor KPU. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, tidak ada tanggapan.

Menanggapi hal tersebut Ketua KPUD Kota Kediri, Agus Rofik menjelaskan, apa yang dilakukan saat ikut pasangan petahana mendaftarkan diri beberapa hari lalu, PDIP berstatus hanya sebagai partai penggembira dan tidak bertindak sebagai partai pengusul.

"Tidak ada masalah di dalam aturan, karena PDIP kemarin mengantar dan menemani petahana wali kota dan wakil wali kota hanya sebagai partai penggembira, kalau malam ini mereka resmi karena sesuai dengan surat dari DPP PDIP," tegas Agus Rofik.

Hingga diakhir pendaftaran di Kantor KPUD Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri, ada 3 bakal calon Wali Kota- Wakil Wali Kota Kediri. Antara lain, Pasangan bacalon petahana, Abdullah Abu Bakar- Lilik Muhibbah diusung oleh PAN, Nasdem, PKS dan Demokrat, Pasangan bacalon Aizzudin Abdurrahman - Sudjono Teguh Wijaya diusung oleh partai PKB, PPP, Golkar dan Gerindra dan Pasangan bacalon Samsul Ashar-Teguh Juniadi, diusung oleh partai PDI Perjuangan dan Partai Hanura.

Sebagai proses selanjutnya, selama dua hari, 11-12 Januari, para calon tersebut akan mengikuti tes kesehatan di RS dr. Soetomo Surabaya, bersma dengan bakal calon kepala daerah lainnya, sesuai peraturan KPU Jawa Timur. (fat/fat/detik)
Kamis 11 Januari 2018

Ini 3 Pasangan Bakal Calon yang Daftar Pilkada Kota Kediri
Tiga Paslon saat  daftar ke
KPU Kota Kediri 2018
      Berita Nasional :

       Berita Daerah