Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Jakarta – Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin meminta kepada seluruh umat Islam memanfaatkan momentum 1 Syawal 1438 Hijriah ini untuk meningkatkan hubungan dengan Allah dan juga sesama manusia untuk saling mengasihi.

"Selepas melaksanakan puasa Ramadan, kita memasuki 1 Syawal dan sebagai umat Islam, mari kita tingkatkan hubungan dengan Allah dari sebelumnya dan juga hubungan dengan manusia," kata Ma’ruf Amin di Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu, 24 Juni 2017.

Selain itu, Ma’ruf Amin meminta masyarakat membangun sikap saling mengasihi dan menyayangi serta meningkatkan lagi dalam rangka saling menolong dan saling membantu antar seluruh umat Islam.

"Seperti bangunan yang saling menopang. Sebagai warga bangsa, 1 Syawal sebagai momentum mempersatukan bangsa, yang sebelumnya saling curiga mari kita jadikan 1 Syawal ini, kita jadi bangsa yang utuh dan bersatu dan jangan bercerai berai," ujar Ma’ruf Amin.

Kementerian Agama menetapkan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, Minggu, 25 Juni 2017. Penetapan ini menyesuaikan hasil sidang Isbat yang selesai digelar di Kementerian Agama. Usai sidang Isbat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengumumkan bahwa malam ini sudah memasuki 1 Syawal 1438 H dan bisa melaksanakan malam takbiran.

"Alhamdulillah, peserta sidang Isbat sudah sepakat berhasil dan menetapkan malam ini memasuki 1 Syawal 1438 Hijriah," kata Lukman Hakim Saifuddin, di kantor Kementerian Agama, Jalan Thamrin, Jakarta, Sabtu, 24 Juni 2017.

Lukman menjelaskan, sidang sudah mendengar laporan dari beberapa titik di seluruh Indonesia terkait posisi hilal. Menurut dia, laporan tersebut diketahui posisi hilal sudah berada di ketinggian dengan hisab 3,88 derajat serta elokasi jarak busur Bulan ke Matahari 5,06 derajat.

"Besok pagi kita sudah bisa menjalankan Salat Id," ujar Lukman.

Tanggapan Ma'ruf Amin Soal Masjid di Cipinang Muara Lebaran Senin

Ketum MUI sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin menyayangkan masih ada perbedaan terkait Lebaran yang ditetapkan pemerintah besok. Ma'ruf menyebut semua pihak harus patuh terhadap keputusan pemerintah itu.

"Itulah, kita masih belum bisa, sesungguhnya menurut MUI kalau pemerintah sudah menetapkan, semua harus patuh," kata Maruf di Kemenag RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6/2017).

Menurut Ma'ruf, pemerintah harus terus mensosialisasikan penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Ini agar tak ada lagi perbedaan yang dapat menimbulkan kegaduhan. "Kita masih harus bersosialisasi untuk mengedukasi masyarakat supaya ke depan tidak ada lagi (perbedaan)," ucapnya.

MUI memandang keputusan pemerintah soal hari Lebaran sifatnya mengikat. Boleh berbeda di awal, namun jika sudah ada ketetapan, semua pihak harus menurutinya.

"Menurut MUI, yang berhak menetapkan pemerintah. Boleh orang berbeda kalau tidak ada penetapan. Kalau sudah ada penetapan, semua harus ikut," tutur Ma'ruf.

Masjid yang baru berlebaran pada Senin (26/6) itu namanya Masjid Al-Marzuqiyah. Alasan masjid tersebut baru lebaran Senin depan ialah soal ketinggian bulan. Sekretaris Masjid Al-Marzuqiyah, Cholid Lutfi Tsani, mengatakan ketinggian bulan hingga hari ini maksimal hanya 4 derajat sehingga tak mungkin Lebaran besok. (viva/sedik/bsr1))
Sabtu, 24 Juni 2017

Ketua Umum MUI: 1 Syawal Momentum Hilangkan Saling Curiga
      Berita Nasional :

       Berita Daerah