Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia datang memenuhi panggilan Jokowi dan menyampaikan perihal perkembangan aktual terkait terorisme di Indonesia.

"Saya dipanggil Bapak Presiden untuk melaporkan perkembangan masalah penanggulangan terorisme dan radikalisme di Indonesia, dan juga terkait masalah aktual kejadian kemarin di Jawa Timur," kata Suhardi usai bertemu Jokowi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017).

Terjadi dua peristiwa terkait terorisme di Jawa Timur selama sepekan terakhir ini. Pada Kamis (6/4) kemarin, Densus 88 (Antiteror) melakukan penangkapan tiga orang terduga teroris di Lamongan. Seorang di antaranya dipastikan sebagai pimpinan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Suhardi menjelaskan ke Jokowi, lembaganya sudah melakukan penindakan serta pendekatan pencegahan. "Tidak hanya dalam aspek penindakan saja, tapi kita mengedepankan masalah-masalah di hulu yang menjadi variabel daripada terjadinya terorisme itu sendiri, termasuk juga masalah pembinaan mantan-mantan narapidana terorisme," tuturnya.

Kini pihak terkait sedang mendalami detail perkara terorisme di Jawa Timur itu. BNPT berterima kasih kepada Densus 88 yang telah bekerja dengan baik. "Kita berterimakasih kepada teman-teman di Densus 88 yang sudah sangat aktif untuk itu," tutur Suhardi.

Sebelumnya, Kelompok teroris yang merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) melakukan aksi penembakan di Tuban, Jawa Timur. Keenam teroris tersebut akhirnya dilumpuhkan oleh polisi dalam baku tembak.

Kejadian itu dimulai pada Sabtu (8/4/2017) pagi, Teroris yang menumpang mobil Daihatsu Terios nopol H 9037 BZ melakukan penembakan terhadap anggota Sat Lantas Polres Tuban di pos lalu lintas wilayah Jenu sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika itu Aiptu Yudi dan Aiptu Tataq yang sedang bertugas.

Kedua polisi itu lolos dari peluru teroris. "Sekitar tiga kali tadi menembak ke arah saya, dan langsung tiarap pada saat itu juga," kata Aiptu Yudi, saat berbicang dengan wartawan di depan Mapolres Tuban.

Dari mobil tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 paspor dengan nomor identitas B4284092, 4 buah HP, 1 buah HT dan 1 kotak peluru. Paspor yang diamankan atas nama Satria Aditama, kelahiran di Semarang. Paspor tersebut berlaku hingga 15 Juli 2021.

Densus 88 dan Brimob kemudian diterjunkan untuk mengejar para pelaku penembakan tersebut. Sementara itu tim penjinak bom langsung menyisir mobil yang ditinggalkan para pelaku. Para pelaku kemudian diketahui bersembunyi di perkebunan jagung yang terletak di Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Tuban.

Baku tembak pun tak terelakkan lagi antara pelaku dengan polisi. Hingga pukul 15.25 WIB, suara rentetan tembakan terus terjadi. Polisi pun meminta warga untuk menjauh dari lokasi baku tembak. Polisi kemudian berhasil melumpuhkan keenam pelaku penembakan tersebut. Sementara itu satu orang diamankan dari lokasi.

"Yang masih hidup ada, karena masih pendalaman tapi indikasi dari keluarganya sudah telepon pernah dirawat di RSJ Menur 3 kali mungkin tidak terkait dengan kejadian ini tapi masih kita dalami," jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Mapolres Tuban.

Kapolda Jatim lalu memastikan bahwa keenam teroris yang akhirnya dilumpuhkan ini terkait dengan jaringan Jamaah Ansaru Daulah (JAD). Keenam jenazah teroris itu kemudian dibawa ke RS Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso, Surabaya. Hanya nama Satria Aditama saja yang berhasil diidentifikasi polisi di lokasi kejadian. Nama-nama lain akan diidentifikasi di RS Bhayangkara.

Enam pistol diamankan dari enam terduga teroris yang tewas setelah baku tembak dengan polisi di Tuban. Semua pistol itu merupakan hasil rakitan. Selain pistol rakitan, polisi juga memgamankan satu buku paspor atas nama Satria Aditama, warga Semarang. Kemudian beberapa handphone, 6 pisau sangkur, 1 box berisi peluru tajam serta 2 buku saku tentang jihad.

Dari tas ransel dan tas selempang itu polisi menemukan 3 buah dompet. Salah satu dompet berisi SIM B1 dan KTP atas nama AH, warga Batang, Jawa Tengah dan selembar fotokopi KTP atas nama EP, bukti transfer Bank BRI pada tanggal 22 Agustus 2016 serta uang Rp 50 ribu.

Selain itu ada pula dompet berwarna abu-abu berisi uang pecahan senilai Rp 5 ribu yang terdiri Rp 2 ribu dua lembar dan dua uang logam Rp 500. Kemudian SIM A dan C atas nama YR, warga Kabupaten Kendal Jawa Tengah serta kartu member cuci mobil 'KG'. Pada satu dompet lainnya, di dalamnya ditemukan KTP atas nama Satria Aditama yang merupakan pemilik paspor yang sebelumnya sudah diamankan polisi. (bag/HSF/detik)
Senin, 10 April 2017

Kepala BNPT Temui Jokowi Bahas Perkembangan Terorisme di Jatim
6 teroris tersebut dilumpuhkan polisi
dalam baku tembak
      Berita Nasional :

       Berita Daerah