Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
majalahbuser.com -- Netizen media sosial saat ini sedang dihebohkan oleh isu larangan pertunjukan wayang kulit dengan alasan tidak sesuai dengan syariat Islam.  Foto itu menjadi viral dan memantik respons dari beberapa tokoh, termasuk jurnalis senior yang juga sastrawan, Goenawan Muhammad.

Spanduk yang diunggah netizen ke Twitter, di antaranya bertuliskan: pemutaran wayang kulit bukan syariat islam. Spanduk yang lain tertulis: menolak dengan keras pemutaran wayang kulit, aliansi masyarakat muslim se Jakarta pusat.

Tidak diketahui pasti dimana atau siapa yang memasang spanduk tersebut. Namun beberapa hari terakhir, kabar ini menjadi diskusi hangat para netizen. Netizen berdebat soal isi spanduk tersebut, sekaligus ramai klaim bahwa ini merupakan ulah provokator yang sengaja ingin memperkeruh suasana.

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi apakah spaduk-spanduk yang diunggah ke media sosial merupakan asli atau hoax. Saat ini, topik tentang wayang kulit ramai makin diperbincangkan di Twitter, bahkan menjadi trending topic di zona Indonesia. Umumnya, netizen mengecam isi spanduk tersebut.

Ketika dikonfirmasi mengenai kasus ini, Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Suyatno mengaku baru mendengarnya dari wartawan.

Viral spanduk larangan wayang kulit itu terpantau juga oleh salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf.

"Hari ini saya terima foto yang jadi viral, foto spanduk yang berisi bahwa wayang kulit bukan budaya Islam. Spanduk-spanduk seperti ini kelihatannya sepele, tapi cukup mengganggu," katanya di sela-sela acara pelantikan Pengurus DPD Partai Amanat Nasional Jawa Timur, Minggu, 22 Januari 2017.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, wayang kulit sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka dan digunakan para waliyullah menyebarkan agama Islam di negeri ini. “Wayang itu warisan para wali. Wayang bisa jadi media dakwah, media pemersatu, dan media silaturrahmi," ujarnya.

"Kalau wayang dianggap bukan tradisi Islam, pasang spanduk dulu di Islam juga tidak ada. Kalau dirunut-runut, arisan dulu di Islam juga tidak ada," kata Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Gus Ipul ikut prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, percaturan politik di negeri ini sudah tidak baik dan mengarah pada perpecahan bangsa. Politik yang dijalankan oleh para elit dan tokoh masyarakat jauh dari tujuan konstruktif dan tidak menyentuh kepentingan masyarakat.

Gus Ipul menyebut dinamika politik yang berkembang di Indonesia saat ini dengan istilah politik caci-maki dan politik gontok-gontokan. "Saya berharap hentikanlah politik gontok-gontokan ini. Mari bersama berbuat untuk kepentingan bangsa," katanya. (ren/viva/bsr1)



.
Minggu, 22 Januari 2017

Spanduk Larangan Wayang Kulit Adu Domba?
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :