Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
JAKARTA - Permohonan maaf Sutan Bathoegana soal pernyataannya yang mengatakan lengsernya Gus Dur sebagai Presiden diakibatkan oleh kasus Buloggate dan Bruneigate, Putri Gus Dur Yenny Wahid, menyebut momentum tersebut merupakan waktu yang tepat untuk meluruskan sejarah seputar jatuhnya Gus Dur dari kursi presiden.

Menurut Yenny hal ini perlu diluruskan, karena Gus Dur dilengserkan bukan karena korupsi seperti yang diungkapkan Sutan.
Jum'at, 30 Nopember 2012

Sutan Bhatoegana Vs Pendukung Gus Dur
Sutan Minta Maaf, Yenny: Ini Momen Pelurusan Sejarah
Ketua Komisi VII, Sutan Bhatoegana menyalami istri Gus Dur, Sinta Nuriyah di Ciganjur, Jaksel, Kamis (29/11/2012). Kedatangan mereka di kediaman Gus Dur untuk meminta maaf atas ucapan Bhatoegana dalam diskusi tentang lengsernya Gus Dur yang jatuh di tengah jalan karena kasus bulogate.

"Ini momen untuk meluruskan sejarah," ujar Yenny di kediaman Gus Dur Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2012).

Menurut Yenny perlu diluruskan bahwa saat itu Gus Dur diturunkan bukan kasus korupsi tapi karena ketegangan antara DPR dan MPR dengan pemerintah saat itu.

Ketegangan tersebut, lanjut Yenny, disebabkan proses pergantian Kapolri yang dilakukan Gus Dur saat itu. Saat itu, Gus Dur mengganti Jenderal (Pol) R. Suroyo Bimantoro dengan Jenderal (Pol) Chairudin Ismail tanpa berkonsultasi dengan DPR.

"Itu karena Gus Dur tidak berkonsultasi dengan mereka (DPR), bukan karena kasus korupsi," imbuhnya.

Seperti diketahui, pernyataan Sutan Batoeghana terkait pernyataannya yang menyatakan Mantan Presiden Abdurrahman Wahid jatuh dari kursi kepresidenan karena tersangkut kasus hukum terkait Bullogate dan Bruneigate.

Hal ini dibantah dan dikecam oleh keluarga dan pendukung Gus Dur, yang menganggap pernyataan tersebut telah mencemarkan nama baik Gus Dur.


Istri Gus Dur Nasihati Sutan Bhatoegana

Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bathoegana, Kamis (29/11/2012) siang mendatangi kediaman mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sutan datang untuk meminta maaf, terkait pernyataannya yang dianggap mencemarkan nama baik Gus Dur.

Sutan sempat mencium tangan Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Sutan juga sempat mendapatkan nasihat dari istri Almarhum Gus Dur.

Itu diungkapkan oleh putri sulung Gus Dur, Yenny Wahid, yang mengatakan bahwa Shinta Nuriyah Wahid sempat menasihati Sutan, dan secara umum kepada seluruh tokoh masyarakat di Indonesia, agar lebih selektif ketika mengeluarkan pernyataan, sehingga tidak menimbulkan polemik.

"Ibu terutama mengingatkan agar semua publik figur, tokoh masyarakat untuk lebih berhati-hati menyampaikan pendapat, sehingga tidak menimbulkan gejolak dan provokasi di tengah masyarakat," ujar Yenny, Kamis (29/11/2012).

Shinta Nuriyah juga menyatakan, kejadian ini dijadikan pelajaran bagi setiap tokoh masyarakat dan pemimpin, agar tidak mudah mengeluarkan kata-kata yang menyudutkan orang lain.

Sebagai pemimpin, lanjutnya, tidak boleh mudah tersulut emosi, karena setiap kata yang keluar ketika emosi, bisa memberikan dampak yang bermacam-macam.

Kedatangan Sutan terkait polemik yang muncul akibat pernyataannya, yang menyebut mantan Presiden Abdurrahman Wahid jatuh dari kursi kepresidenan, karena tersangkut kasus hukum Bullogate dan Bruneigate.

Sutan sempat menolak meminta maaf karena merasa tidak melakukan kesalahan, dan ucapannya telah disalahpahami. (tribunnews)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :