Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Jakarta - Gaya rambut Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha 'Ungu' yang dikuncir menjadi sorotan. Apa kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo?

"Menurut saya, Pasha sebagai kepala daerah, dari foto yang beredar, tidak menyalahi UU atau peraturan," ujar Tjahjo kepada wartawan, Senin (22/1/2018).

Tjahjo mengatakan seragam dinas dan tanda jabatan yang dipakai Pasha 'Ungu' sudah benar. Ia juga tidak mempermasalahkan soal rambut Pasha yang dikuncir.

"Seragam sudah benar, potongan rambut wajar, mau cepak atau mau gundul, sah-sah saja. Yang diatur tidak boleh gondrong atau panjang," ucap Tjahjo.

Sebelumnya, Direktur Fasilitas Kepala Daerah, DPD, dan Hubungan Antarlembaga (FKDH) Kemendagri Akmal Malik menyebut Pasha melanggar etika. Menurutnya, Kemendagri sudah memiliki aturan tentang tata cara berpakaian dinas.

"Sisi etika saja, ada aturan berpakaian rapi, tata cara berpakaian dinas. Secara normatif tidak melanggar UU, hanya melanggar etika tata cara berpakaian," kata Akmal saat dihubungi, Senin (22/1).

Akmal menambahkan pihaknya akan memberikan teguran kepada Pasha. Ia juga akan diingatkan kembali soal aturan berpakaian dinas sesuai permendagri. "Kita akan tegur, ingatkan dulu, karena itu sifatnya administratif," katanya.

Gaya rambut Pasha yang dipersoalkan adalah potongan rambut gaya skin fade dan dikuncir ke belakang, padahal saat itu dia memakai seragam aparatur sipil negara. Foto gaya rambut Pasha ini sedang ramai di media sosial dan diunggah oleh sejumlah akun gosip.

Sementara,  Pasha mengaku tak jadi masalah jika diminta mencukur rambut.

"Ya nggak ada masalah, solusinya tinggal potong rambut juga nggak ada masalah," kata Pasha, Senin (22/1/2018).

Meski begitu, Pasha tak mau ambil pusing atas pendapat netizen. Karena tak merasa melanggar aturan, ia baru akan mengambil langkah cukur rambut jika benar-benar diperintah atasannya.

"Masak iya karena netizen, nanti kalau baju Aa kesempitan, terus Aa beli baju yang agak longgar kok jadi netizen yang merintah kita. Terus besok kalau Aa pakai celana agak ngatung kok pakai ngatung, hidup kita jadi nggak ada prinsip, terkesan kita ini diatur-atur netizen yang notabene kita nggak kenal siapa netizen," bebernya.

"Kalau misal Pak Wali memerintahkan kita mencukur rambut ya kita tidak mempermasalahkan," ucap Pasha.

Suami Adelia Wilhelmina itu pun meminta masyarakat tak mempersoalkan gaya rambutnya. Menurutnya, banyak tugasnya sebagai kepala daerah yang lebih penting diperhatikan.

"Masak iya Pak Mendagri kamu suruh ngurusin rambut, masih banyak yang harus dikerjakan. Mohon maaf, pemerintah ini banyak kerjaan, kita sekarang lagi menyelesaikan persoalan PLTU Kota Palu ada tuntutan-tuntutan masyarakat," jelasnya.

"Kita kerja lho, malah ngomongin rambut. Ngapain sih, kayak nggak ada kerjaan rambut aja diomongin," sambungnya.

Pasha mengatakan rambutnya pun tak pernah dikuncir ketika ia bekerja. Ia juga mengaku sering memakai kopiah, tapi bukan untuk menutupi gaya rambutnya.

"Nggak (dikuncir), biasa aja. Kalau kopiah memang dari dulu suka pakai kopiah, cuma tergantung kalau kopiah dipakai di kantor di ruang rapat, kalau di lapangan Aa pakai (topi) PDL," jelasnya.

Soal topi PDL dipakai Pasha karena lebih banyak bekerja di luar ruangan. Lagi-lagi ia tak mau pusing soal gaya rambut yang disorot netizen.

"Kami ini orang lapangan (pakai topi), memang kalau ada kegiatan di kantor seperti tanda tangan berkas, nerima tamu baru kami di ruangan. Kalau nggak kami sehari-hari di lapangan, pengawasan, cek hasil kerja 2017, proyek jalan, drainase, penanaman pohon itu kami cek semua di lapangan," paparnya. (detik/bsr1))
Senin 22 Januari 2018

Kata Mendagri soal Gaya Rambut Pasha 'Ungu'
      Berita Nasional :

       Berita Daerah

Gaya rambut Wakil Wali Kota Palu
Pasha Unguyang jadi sorotan.
(Screenshoot Narasi)