Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright @ 2011 - 2018 majalahbuser.com
Jakarta - PLN memberikan beasiswa sampai lulus S1 kepada Yohanis Gama Marschal, siswa SMP di Nusa Tengga Timur (NTT) yang memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke73 RI. Pihak PLN kagum atas jiwa nasionalis dari SMP Negeri Silawan, NTT itu.

"Aksi Yohanis sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanis menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1," kata Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali, dalam keterangannya, Jumat (17/8/2019).

Menurut Ali, tindakan Yonahis patut dicontoh. Ali tinggal di kawasan perbatasan dengan Timor Timur yang memiliki rasa cinta kepada tanah air.

"Yohanis memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil resiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia," pungkas Ali.

Pihak PLN pun sudah mendatangi kediaman dari Yohanis. Termasuk bertemu dengan kedua orang tua Yohanis, Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama.

"Mengabarkan bahwa anaknya akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kuliah S1. Kelak besar nanti, Yohanis bercita-cita menjadi seorang tentara.

Terpisah, Menpora Imam Nahrawi memuji aksi Joni Kala, bocah SMP yang memanjat tiang karena tali bendera lepas saat HUT ke-73 RI. Menurut Imam, Joni melakukan aksi heroik.

"Kalau ada yang bertanya siapa pahlawan hari ini, saya katakan adalah Joni Belu. Joni yang berasal dari Kabupaten Belu Atambua yang tadi pagi telah menyelamatkan kita semua, menyelamatkan bendera merah putih. Ini tentu perjuangan yang sangat heroik, dia tidak pada siapa pun, apa pun, hanya ingin menyelamatkan merah putih," ujar Imam di Istana Merdeka, Jumat (17/8/2018).

"Tentu kita menghargai dan sebisa mungkin akan panggil Joni, saya panggil Joni ke Jakarta. Karena inilah sesungguhnya figur dan idola baru kita. Dia tidak ada rasa takutnya kecuali bendera merah putih diselamatkan dan bisa berkibar di perbatasan Atambua dan Timor Leste," kata Imam.

Imam berjanji dalam waktu dekat mengundang Joni. Joni akan diajak menonton Asian Games 2018.

"Saya kira nggak akan waktu lamalah. Saya akan ajak Joni ke Jakarta dan semoga saya bisa ajak Joni nonton salah satu cabang olahraga Asian Games," ujar Imam.

Dari video yang beredar, terlihat Joni memanjat tiang setinggi 23 meter. Dia memanjat dengan cekatan di saat peserta upacara masih berbaris rapi.

Kepala Desa Silawan Ferdi Mones mengatakan upacara itu digelar pada pagi tadi. Upacara itu digelar di tingkat Kabupaten Belu. Tali terputus saat pengibar bendera hendak mengerek bendera.

"Pertama, bendera itu akan dikibarkan Paskibra. Sudah diikat talinya semua, saat Paskibra akan menarik bendera untuk dikibarkan, tali yang ada di ujung bendera itu putus. Sehingga tali itu langsung tersangkut di ujung tiang," kata Ferdi.

Sebelumnya video viral itu disebut terjadi di Atambua, salah satu kecamatan di Kabupaten Belu. Tapi sebenarnya TKP ada di desa Silawan, kecamatan Tasifeto, kabupaten Belu, sekitar 14 kilometer dari Atambua.

"Upacara sudah tiga kali dilakukan di sini. Silawan ini merupakan beranda depan perbatasan Indonesia-RTL (Republik Timor Leste)," ujar Ferdi. (detik/bsr1)
Jumat 17 Agustus 2018

Siswa SMP di NTT Pemanjat Tiang Dapat Beasiswa PLN Sampai S1
Dok. Kades Silawan
      Berita Nasional :

       Berita Daerah