Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright @ 2011 - 2018 majalahbuser.com
Kediri - majalahbuser.com, Produksi jagung pakan ternak di Kediri melimpah. Total produksi jagung November 2018 mencapai 31,8 ribu ton. Hal itu disampaikan Bupati Kediri Haryanti Sutrisno pada acara Gerakan Panen Jagung Serentak di Desa Pelemahan, Kecamatan Pelemahan, Kediri. Minggu (11/11/2018).

Bupati Kediri juga menjelaskan bahwa dari total panen November 2018 seluas 4,9 ribu hektare dengan produktivitas 6,5 ton per hektare, diperoleh total produksinya mencapai 31,8 ribu ton. Harga jagung di tingkat petani sudah stabil Rp 5.050 per kilogram sehingga tidak lagi menyebabkan harga pakan mahal.

"Sebelumnya di harga Rp 5.500 per kilogram, peternak menangis. Kita telusuri mahalnya harga jagung karena jagung yang dihasilkan di Kediri ini di bawa keluar oleh pengusaha besar sehingga terjadi kelangkaan jagung untuk pakan. Tapi sekarang karena harga sudah normal dan kami tahu permasalahan, peternak sudah mudah mendapatkan jagung untuk pakan," kata Haryanti dalam keterangan tertulis.

Haryanti membeberkan terjadinya kelangkaan stok dan kenaikan harga jagung untuk pakan disebabkan karena sebanyak 70% produksi jagung di Kediri dikuasai pengusaha besar. Sehingga ke depan dirinya akan lebih mengotimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Solusi ke depan, kami akan optimalkan BUMD untuk menampung jagung supaya tidak terjadi kekosongan pasokan. Kemudian, stok jagung di Bulog kami berharap harus dioptimalkan sebagai buffer stock," katanya.

Lebih lanjut dirinya pun mengapresiasi dukungan Kementan hingga saat ini yang terus memacu peningkatan produksi jagung di Kediri melalui pemberian berbagai jenis bantuan. Menurutnya petani sangat merasakan bantuan benih, pupuk dan alat mesin pertanian.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian Kementan, selalu support traktor dan alat mesin lainnya, bibit dan pupuk. Dengan bertambahnya area dan jumlah bibit yang ditanam, bantuan pupuk harus bertambah," tuturnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi menegaskan gerakan panen jagung secara serentak menjadi bukti petani masih bisa mencukupi kebutuhan jagung saat ini. Produksi jagung secara nasional, sejak Januari-September 2018 Indonesia sudah ekspor jagung 372 ribu ton.

"Dan jika ditambah lagi dengan menghemat stop impor selama ini sekitar 3,5 juta ton per tahun setara Rp 10 triliun, maka surplus total menjadi 3,77 juta ton setahun. Tahun lalu 2017, tidak ada impor jagung pakan ternak," tegas Suwandi.

Suwandi juga mengapresiasi produksi jagung di Kediri. Menurutnya lahan jagung di Kediri tidak hanya untuk pakan, tapi juga untuk benih dan jagung manis yang sudah bekerja sama dengan perusahaan multinasional.

Adapun total produksi jagung pakan pada November 2018 sebesar 31,8 ribu ton. Dirinya pun menyebut jika dikalikan harga jagung Rp 5.050 per kilogram maka pendapatan petani di Kediri bulan ini sebesar Rp 160 miliar.

"Petani di Kediri tiada henti olah tanah, tanam dan panen jagung. Musim hujan sudah mulai, 2 minggu habis panen langsung tanam. Jarak tanam dirapatkan dari 32 ribu batang per hektare menjadi 60 ribu batang per hektare, diberi pupuk organik yang baik agar setiap batang bertongkol 2 dan produktivitas menjadi 11 ton per hektare. Jadi ke depan stok jagung melimpah, kebutuhan dalam negeri bisa kita penuhi sendiri," tuturnya.

"Untuk mengintensifkan lahan, agar dilakukan pola tanam tumpang sari antara jagung dengan tanaman sayuran atau tanaman lainnya. Sehingga petani terus bertambah pendapatannya," imbuhnya.

Oleh karena itu, Suwandi menekankan pentingnya melakukan pembenahan aspek hilir dan berbagai program untuk memacu peningkatan produksi sehingga kesejahteraan petani terus meningkat. Dirinya mengatakan Kementan pasti membantu petani, tidak hanya berupa benih dan pupuk tetapi juga berupa bantuan alat mesin pertanian.

"Kami akan bantu petani. Jadi jangan sampai lahan menganggur, harus terus ditanam dan panen. Aspek hilir harus dibenahi, tidak hanya mencukupi kebutuhan sendiri tetapi bisa ekspor," tandasnya. (adv)
Minggu, 11 Nov 2018

Agar Jagung Tak Dikuasai Pengusaha, Bupati Kediri Optimalkan BUMD
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi dalam acara Gerakan Panen Jagung Serentak bersama Kementerian Pertanian (Kementan) di Desa Pelemahan, Kecamatan Pelemahan, Kediri, Ahad (11/11)

      Berita Nasional :

       Berita Daerah