Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp. 0354 - 547955 (081 234 700 500) - Email : redaksi@majalahbuser.com
@ 2009 - 2022 majalahbuser.com
Jakarta - Deputi Analisis Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution mengklaim banyak pihak ingin menduetkan Ketum mereka Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun.Demokrat mengaku masih menunggu parpol lain yang ingin mengusung Anies.

Klaim duet itu disampaikan Syahrial melalui thread atau utas melalui akun Twitter @syahrial_nst pada Minggu (8/5/2022). Selain dengan Anies, ada juga hasrat sejumlah pihak untuk menduetkan AHY-Ganjar Pranowo 2024 mendatang.

"Banyak yang ingin menduetkan Mas @AgusYudhoyono dengan Mas @aniesbaswedan pada Pilpres 2024. Jika itu sebuah harapan, maka hanya AHY yang paling firmed. Karena beliau pengendali @PDemokrat. Kita masih menunggu parpol mana yang akan menggendong Anies?" kata Syahrial mengawali utasnya. Ejaan cuitan Syahrial telah disesuaikan.

Berkaca dari hasil survei, Syahrial menyebut duet AHY-Anies ataupun AHY-Ganjar selalu menempati posisi puncak. Namun, jabatan kedua Gubernur yang akan habis itu bisa menjadi persoalan untuk merealisasikan wacana duet tersebut.

"Beberapa lembaga survei selalu menempatkan Gubernur DKI saat ini berada di posisi puncak jika berpasangan dengan AHY pada Pilpres 2024. Pun demikian jika Gubernur Jateng @ganjarpranowo berduet dengan AHY. Tapi ada masalah. Jabatan kedua gubernur tersebut segera berakhir dan kembali menjadi warga biasa," ucap Syahrial.

"Ada strategi, jika ada parpol yang berani mendeklarasikan Anies atau Ganjar sebagai Capres sebelum berakhir jabatan gubernur, menjelang akhir tahun ini. Mungkin, eksistensi elektabilitasnya bisa diprediksi bertahan atau makin naik. Muncul pertanyaan, parpol apa yang berani melakukan?" imbuhnya.

Selain soal masa jabatan Anies dan Ganjar, Syahrial berbicara soal PDIP yang menurutnya lebih mendukung Puan Maharani maju Pilpres 2024. Dia menyebut kondisi Anies yang bukan kader parpol juga tak jauh berbeda dengan Ganjar. Namun, menurutnya, Anies dan Ganjar punya relawan yang kekuatannya bisa saja menggerakkan parpol.

Lebih jauh dalam utasnya Syahrial Nasiton menjabarkan 2 kelebihan yang dimiliki AHY, yakni ketua umum partai pengoleksi 54 kursi di DPR, kedua elektabilitas yang memadai. Kemudian Syahrial memaparkan 3 skenario koalisi yang bisa dijajaki oleh Demokrat, salah satunya dengan PDIP.

"Misalkan dengan PDIP yang perolehan suaranya cukup melenggang sendiri. Atau dengan Gerindra dan Golkar lewat paket duet koalisi. Skenario ini selain cukup syarat untuk maju, juga berpeluang menang pada Pilpres 2024. Calon dari @PDemokrat satu-satunya adalah Mas AHY. Sudah clear!" katanya.

"Skenario berikutnya, @PDemokrat bisa membentuk koalisi dengan NasDem, PKB, PKS, PAN dan PPP. Untuk membuat paket suara 20% agar bisa mengusung calon pada Pilpres 2024. Lagi-lagi dengan modal suara dan elektabilitas, Demokrat hanya akan mengajukan Mas AHY. Supaya menang, perlu diskusi yang cermat," sambung Syahrial.

Di akhir utasnya, Syahrial mengingatkan pembentukan koalisi Pilpres 2024 tak hanya memerlukan perhitungan yang matang, tetapi juga kebijaksanaan yang didasari atas perolehan suara dan elektabilitas. Syahrial yakin kebijaksanaan itu membuat komunikasi menjadi lebih tenang.

"Koalisi lebih dari 2 parpol untuk menang, penuh tantangan dan kesabaran. Selain perlu hitungan cermat juga butuh kebijaksanaan. Apa pun kondisinya, baiknya kebijaksanaan itu didasari perolehan suara dan elektabilitas, maka komunikasi jadi lebih enjoy. Dan AHY mampu membuatnya enjoy," tutup Syahrial. (dek/dek/detik).
Senin, 09 Mei 2022

AHY-Anies Disebut Punya Peluang Tapi Tunggu Parpol Lain Meminang
Anies bersama AHY di acara Demokrat
      Berita Nasional :

       Berita Daerah