Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp. 0354 - 547955 (081 234 700 500) - Email : redaksi@majalahbuser.com
@ 2009 - 2022 majalahbuser.com
Jakarta - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sempat menyatakan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf tidak berpengaruh terkait soliditas 13 juta suara partai yang dipimpinnya saat ini. Ada apa dengan Cak Imin dan Gus Yahya?

Dikutib dari detikcom, Senin (9/5/2022), Cak Imin, dalam wawancara bersama CNN Indonesia TV, berbicara modal dirinya maju Pilpres 2024 dan 13 juta pemilih loyal PKB.

"Planning PKB memang dengan konstituen yang sangat solid pasti fix kita punya modal suara 13 juta sangat loyal. Di survei semua lembaga survei pemilih PKB adalah loyal. Solid sekali. Sampai ke bawah," kata Cak Imin dikutip dari video CNN Indonesia TV.

Cak Imin kemudian menyebut omongan Yahya Staquf tidak berpengaruh terhadap loyalitas 13 juta suara PKB tersebut. Cak Imin menyebut PKB solid.

"Bahkan Yahya Cholil Ketua Umum PBNU ngomong apa aja terhadap PKB nggak ngaruh sama sekali, coba di survei, survei terakhir. Itu menunjukkan bahwa kesolidan ini modal dan saya lihat modal ini semakin besar kalau saya nyapres," ujar Cak Imin.

Ketua DPP PKB Lukmanul Khakim buka suara ihwal memanasnya hubungan Cak Imin dengan Gus Yahya. Lukman menguraikan sejarah pendirian PKB yang kental kaitannya dengan PBNU.

"Saya kira semua orang tahu bahwa PKB memang partai yang didirikan oleh PBNU sehingga relasinya tentu saja sangat erat, saling mengisi, boleh dibilang PKB memang waktu didirikan adalah sebagai sayap politiknya NU yang bekerja untuk kesejahteraan rakyat via lembaga eksekutif dan legislatif," kata Lukman dihubungi terpisah.

'Dua Sahabat Dekat'
Lukman menyebut Cak Imin dan Gus Yahya sebagai dua sahabat dekat. Persahabatan mereka diibaratkannya seperti kopi susu.

"Sejak dulu beliau berdua ini tokoh yang bersahabat, ya namanya persahabatan itu kayak kopi susu, manis dan pahit berkelindan dalam satu ruang, tetapi justru di situlah lahir minuman yang nikmat," kata Lukman.

Gus Yahya, kata Lukman, dulu sering mempromosikan Cak Imin di kancah internasional. Lukman memandang panas-dingin hubungan Cak Imin dan Gus Yahya merupakan hal biasa.

"Misalnya aktifnya Cak Imin dan PKB di CDI (Centrist Democrat International) juga dijembatani sama Gus Yahya, bahkan kini Cak Imin jadi wakil presiden CDI," katanya.

"Jadi kalau hari ini Gus Yahya kadang-kadang bikin Cak Imin rada gimana gitu, ya saya sih memandangnya biasa saja, namanya sahabat ya kayak judul film india: 'Kabhi khushi kabhi gham'. Kadang senang kadang susah, tapi saya yakin beliau berdua saling menghormati, saling memahami satu dengan yang lain, dan saling memaafkan," imbuh Lukman. (gbr/tor/detik)
Senin, 09 Mei 2022

Saat Cak Imin Sebut Ketum PBNU Tak Berpengaruh soal 13 Juta Suara PKB
      Berita Nasional :

       Berita Daerah