Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Kediri - Sejumlah kiai di eks Karesidenan Kediri dan Madura mendukung Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD maju dalam bursa pemilihan presiden (Pilpres) RI tahun 2014 mendatang.

Sebagai jebolan pondok pesantren (ponpes) Mahfud MD diharapkan bisa memperbaiki moral bangsa.
Sabtu, 10 Desember 2011

Kiai Kediri dan Madura Dukung Mahfud MD Maju Pilpres 2014
"Dari Kediri ini semoga bisa menjadi embrio mendukung pencalonan pak Mahud. Pak Mahfud sebagai jimat, pengganti Gus Dur (Abdurrahman Wahid)," ujar Asiyah, kiai dari ponpes wilayah Kabupaten Nganjuk menyampaikan dukungan kepada Mahfud MD dalam dialog bersama di Ponpes Al-Amin Kediri, Jumat (9/12/2011).

Hal senada diungkapkan Hadi Mochammad Maful, kiai dari wilayah Kabupaten Tulungagung. Dia sangat mendukung Mahfud MD maju dalam pilpres 2014 mendatang.

"Pak Mahfud ini sudah memiliki semuanya. Tetapi ada cacat bawaan. Satu, masalah fulus alias keuangan dan kedua adalah kendaraan. Tetapi jangan khawatir, para kiai sangat mendukung," terangnya.

Sejumlah kiai lain, seperti kiai Burhanudin dari ponpes Jabal Nur, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dan kiai Najib dari Kediri. Selanjutnya, kiai Nurudin dari Madura juga memberikan dukungan yang sama.

"Para kiai-kiai di Madura sudah rasan-rasan. Mengenai persoalan keuangan dan kendaraan pak Mahfud MD, saya rasa kita kembalikan kepada dalil Al-Qur an saja. Mengalir saja. Tetapi kami berharap pak Mahfud MD bisa maju dan bisa memperbaiki moral bangsa," kata kiai Nurudin.

Sampai saat ini dialog antara para kiai dan Mahfud MD masih berlangsung. Mahfud belum menjawab desakan serta dukungan para kiai. Dia baru berkata mengenai tiga pilar utama Negara Indonesia, legislativ, eksekutiv dan yudikatif yang tengah sakit.

"Di kalangan legislatif, banyak sekali koruptor. Berapa anggota DPRD yang dipenjara. Ini menjadi bukti. Kedua, gejala, kasus pencekalan Waode Nurhidayat yang dicekal KPK tidak bisa pergi ke Luar Negeri, inilah gejalanya," kata Mahfud MD. [nng/kun] (beritajatim.com)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :