Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Jakarta - Rencana pernikahan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Eddhy Baskoro Yudhoyono dan Putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Ruby Aliya Hatta Rajasa menuai kritikan dari sejumlah pihak terkait dengan anggaran pesta yang dikabarkan mencapai 12 milyar rupiah tersebut.
Minggu, 20 Nopember 2011

Adian : Habiskan 12 Miliar, Ibas dan Aliya Sedang Berpesta Ditengah Penderitaan Rakyat
Mantan aktivis 98, Adian Napitupulu menilai langkah Ibas dan Aliya yang mempertontonkan kemewahan ditengah kemiskinan yang dialami oleh masyarakat sangatlah tidak pantas dan tidak patut mengingat posisi kedua orang tuanya maupun posisi Ibas sendiri yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

"Sebagai pejabat publik yang hidup dari uang pajak rakyat, maka biaya 12 miliar itu merupakan tragedi yang menyakiti hati rakyat sementara sebagian besar masyarakat kita hidup dalam kemiskinan, jutaan anak kurang gizi, jutaan anak putus sekolah, belasan ribu perempuan menjadi pelacur krn kemiskinan!," ungkap Adian, Kamis (17/11/2011).

Ia menilai seyogyanya dengan posisi mereka yang merupakan abdi masyarakat uang tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat. "Dengan jumlah uang yang sama maka 120 SD bisa di bangun dan setiap tahun 6000 anak bisa menikmati sekolah  atau bila di gunakan sebagai modal usaha maka setidaknya mampu memodali lebih dari 2000 usaha kecil yang mampu menyerap hingga 6000 tenaga kerja dan menghidupi 18.000 jiwa!," tandas Adian.

Lebih lanjut Adian juga mengingatkan  kepada SBY dan bahwa langkahnya mempertontonkan kemewahan sangat bertentangan dengan semangat antikorupsi dan efisiensi yang digemborkan dalam program-program pemerintahannya selama ini terlebih SBY bukanlah pengusaha kaya raya yang track recordnya bisa dipertanggungjawabkan.

"Perlu di ingatkan bahwa SBY dan Hatta Rajasa bukanlah Raja, Ibas dan Aliya bukan pangeran dan putri raja mereka adalah pejabat dan anak pejabat yang hidup dari pajak bukan dari upeti," tukas Adian.

Atas dasar itulah maka Adian juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan pengusutan dan memeriksa asal usul biaya pernikahan yang super mewah tersebut. Ia menduga jumlah tersebut berasal dari gratifikasi yang berbau suap dan korupsi.

"Untuk itu semua maka kami meminta KPK serta lembaga-lembaga anti Korupsi mengusut asal usul biaya pernikahan itu, siapa saja penyumbangnya dan keterkaitan sumbangan-seumbangan tersebut dengan jabatan SBY, Ibas dan Hatta Rajasa," tegasnya.
"Penggunaan fasilitas negara juga harus diusut, tidak pantas fasilitas negara digunakan hanya untuk pesta pora para pejabatnya," imbuhnya.

Menurut Adian masyarakat harus terus mengingatkan kepada SBY dan keluarga bahwa sebagai kepala negara yang masih memiliki ratusan juta orang yang hidup dibawah garis kemiskinan  kemewahan yang ditunjukan dalam gelaran pernikahan sang putra bungsu adalah tindakan yang tidak pantas dan cerminan perilaku hedonis dan berlebihan.

"Kami juga berharap agar semua pihak mengingatkan pada SBY dan Hatta Rajasa bahwa Pesta Pora di tengah derita Rakyat bukanlah cerminan prilaku pejabat di negara Pancasila, bukan cerminan prilaku pejabat yang memahami penderitaan Rakyatnya," pungkas Adian.

SBY dan Hatta rajasa sedianya akan menggelar pernikahan Ibas dan Aliya pada 24 November 2011. (seruu)
Eddhy Baskoro Yudhoyono dan Ruby Aliya Hatta Rajasa
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :