Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Kediri  - Tragedi runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur, pada Sabtu (26/11/2011) lalu memberi pelajaran yang sangat bergharga bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Walikota Kediri Samsul Ashar meminta pembangunan Jembatan Brawijaya yang tengah dikerjakan melibatkan pakar konstruksi dari perguruan tinggi.
Selasa, 29 Nopember 2011

Walikota Kediri Khawatir Tragedi Jembatan Kukar Terjadi di Kediri
Walikota khawatir runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara bisa menimpa Jembatan Lama, yang membentang ditas Sungai Brantas dan menghubungkan wilayah Kecamatan Kota dan Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Kekhawatiran itu cupuk beralasan. Sebab, jembatan di Kota Tahu tersebut usianya sudah tua dan berpotensi runtuh bila tidak diimbangi dengan perawatan secara berkala.

"Kami berpesan agar pelaksana pembangunan lebih cermat dalam uji konstruksinya. Untuk menentukan layak dan tidaknya bagunan, wajib melibatkan pakar konstruksi dari perguruan tinggi," ujar Samsul Ashar, Senin (28/11/2011).

Meskipun khawatir terjadi keruntuhan bangunan jembatan, pemkot kediri belum berencana menutup Jembatan Lama yang dibangun pada jaman penjajahan Belanda. Menurutnya, selama ini pemkot sudah menerapkan pembatasan kendaraan untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah jembatan lama.

Megaproyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri sendiri sempat mengamali penundaan. Itu dikarenakan molornya proses pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun 2011. Kendati demikian, Dinas Pekerjaan Umum (PU) sangat optimis mampu menyelesaikan target pemasangan tiang pancang sesuai waktu yang sudah ditentukan.

Alokasi anggaran untuk pemasangan tiang pancang pada PAK tahun 2011 sebesar Rp 5,5 milliar, sesuai dengan memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Kediri dengan DPRD setempat. Hingga tahun 2011, APBD telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,5 milliar. Sedangkan tahun 2010 sebesar Rp 2,5 milliar

Proses pemancangan saat ini juga masih menuai kendala. Persoalannya, beberapa kios di timur Sungai Brantas belum dibebaskan, karena masih dalam rundingan antara penyewas kios dengan Pemkot Kediri. Hingga prosesnya rampung, proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri yang menggunakan sistem multi years sendiri rencananya akan menyerap dana APBD sekitar Rp 71 milliar. [nng/kun](beritajatim.com)
Pemerintah Kota Kediri akan tetap memfungsikan jembatan lama Kota Kediri meski dibangun Jembatan Brawijaya, Jembatan Lama ini dibangun sekitar tahun 1900

      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :