Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Keanehan yang sangat menonjol dari hasil pengumuman tersebut diamana yang dinyatakan lulus seleksi tersebut ada beberapa nama dan wajahnya tidak pernah terlihat mengabdi pada instansi - instansi yang ada di Kabupaten Buton Utara.

Sementara mereka yang nota bene terdaftar dan terlihat sebagai tenaga honor atau pengabdi justru tidak lulus.
Kamis, 20 Maret 2014

Ratusan Honda K2 Buton Utara Demo Tuntut Verifikasi Ulang

Kendari - majalahbuser.com. Pengumuman seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tenaga honorer daerah kategori dua ( honda K2) di Kabupaten Buton Utara, 24/2/2014 lalu menjadi bahan perbincangan hangat dikalangan masyarakat dan para tenaga honorer daerah  K2 di daerah tersebut.
Berbagai spekulasi muncul dan menjadi pertanyaan berbagai pihak tentang pengumuman hasil seleksi K2 tersebut, bahwa mereka yang dinyatakan lulus tapi tidak pernah mengabdi. Pertanyaan kemudian muncul, darimana mereka memperoleh SK Pengabdian..?

Hasil penelusuran Majalah Buser dengan menghimpun informasi dari berbagai sumber terkait munculnya SK tanpa mengabdi alias SK siluman tersebut karena ada keterlibatan orang - orang  dalam instansi dan mempunyai koneksi dengan pejabat tertentu yang membantu dengan sengaja merekayasa keberadaan tenaga honor siluman tersebut.

Untuk mendapatkan SK Siluman,  para penerima SK pun tidak tanggung - tanggung mengorek saku mereke untuk mengeluarkan uang hingga puluhan Juta Rupiah.  

Sumber lain yang didapat dari peserta seleksi CPNS K2 2013 (inisial AT) mengatakan, bahwa dia telah mengabdi di kantor Kecamatan Kulisusu sejak Tahun 2004 dan setelah kabupaten buton Utara menjadi Daerah Otonomi sendiri pada july 2007, AT pindah instansi dan mengabdi pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Buton Utara sampai sekarang.

AT merasa heran karena yang dinyatakan lulus K2 dari Dinas Kelautan dan Perikanan justru nama dan muka yang tidak pernah terdaftar dan terlihat di Dinas tempatnya mengabdi, dan hal ini terdapat honorer siluman yang lulus di semua isntansi di Daerah ini.

Ratusan orang tenaga honor yang benar - benar mengabdi tapi tidak lulus tidak merasa puas dengan hasil kelulusan tersebut kemudian melakukan Aksi demo dan menduduki serta menyegel Kantor BKD Buton Utara sembari berorasi.

"Kembalikan hak kami, kami telah mengabdi sekian lama tapi kenapa nama dan muka siluman yang lulus" teriak seorang orator.

Orator lain, Mazlim juga berteriak, dan mendesak Pemda Buton Utara untuk melakukan Verifikasi ulang.

"Kami  tidak mau melihat nama dan muka pemegang SK siluman yang hanya datang merampas hak  kami selama ini" ungkapnya.

Dari pantauan Majalah Buser, penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di beberapa daerah lainnya dinilai juga tidak transparan. Isu seputar jual beli atau suap kursi CPNS dari jalur tenaga honorer membuat para honorer menuntut hasil seleksi dibatalkan.

Setidaknya hal itu terjadi di Kudus dan Sragen Jawa Tengah. (Lao/ihsan)



Baca juga :

Terindikasi Suap, FTHKS Tuntut Seleksi CPNS Dibatalkan
BKD Kudus Akan Verifikasi Ulang Tenaga Honorer K2 yang Lolos CPNS
Pendemo Segel Kantor BKD Buton Utara

      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :