Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
JAKARTA -- Video Ustaz Hariri yang diunggah ke youtube menuai banyak komentar. Karena dalam video tersebut muballigh berambut panjang itu tampak menginjak salah seorang jamaahnya dengan lutut.

Ia juga menyuruh jamaah untuk mencium kakinya sembari memakinya dengan Bahasa Sunda.
Jum'at, 14 Februari 2014

Reaksi MUI Terkait Video Ustaz Hariri yang menginjak Leher Jamaah
Hal ini menuai kritikan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan. Menurutnya, tindakan kekerasan dalam berdakwah bukan cara yang diajarkan Rasulullah SAW.

"Kalau itu benar adanya, tentu itu menyalahi metode dakwah yang diajarkan Alquran. Di dalam Alquran berdakawah harus dengan kata-kata yang lembut dan dengan cara mau'izhatil hasanah," tuturnya.

Amidhan mengatakan, jika cara yang dinilai kasar tersebut yang dipakai Ustadz Hariri, tentu akan menjadikan orang lari dari Islam. Sedangkan tujuan dari dakwah itu sendiri adalah mengajak umat kepada Islam.

"Yang begitu itu, tentu akan menjadi dakwah yang kontra produktif. Jangankan orang akan mematuhi dan melaksanakan ajarannya, kalau begitu orang bisa menjauhi," papar Amidhan.

Menurut Amidhan, dalam Islam diajarkan cara berinteraksi dengan dua dimensi. Yaitu, hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal sesama manusia.

Keduanya harus diperhatikan seorang Muslim. Di samping membina hubungan baik dengan Allah, seyogyanya pula ia menjalin hubungan yang baik di tengah masyarakat.


Video Hariri di YouTube Ada Adegan yang Hilang 

Manajer Ustad Hariri, Oded, mengatakan ada adegan yang tidak diunggah dalam video berjudul "Ustad Hariri Ngamuk Kepala Operator Sound Diinjak Dengan Lutut" di situs media sosial video YouTube.

"Adegan awal dan akhirnya seperti dipotong, padahal dua kejadian di awal dan akhir juga penting," kata dia saat dihubungi pada Kamis, 13 Februari 2014.

Adegan di awal, kata Oded, akan menjelaskan kenapa sikap Ustad Hariri di video berdurasi 3 menit 5 detik itu terkesan sangat emosional. "Di video tidak ditunjukkan waktu operator sound system membentak-bentak Ustad." Kejadian inilah, menurut dia, yang memicu sang Ustad memanggil sang operator ke bibir panggung.

Saat sang Ustad dan sang operator berada di bibir panggung, Ustad Hariri meminta sang operator yang memakai jaket hitam untuk meminta maaf. Pria yang tidak diketahui identitasnya itu pun diminta mencium kaki sang Ustad. "Tapi dia menolak dan lagi-lagi membentak Ustad."

Karena emosi, Ustad Hariri lalu menarik lengan sang operator dan melakukan gerakan yang terlihat seperti menginjak leher pria itu. Para tamu di acara itupun sontak bereaksi seperti terkejut. Ibu-ibu dan anak-anak berseru "Oh!" ketika Ustad Hariri menduduki sang operator.

"Kalau dilihat di video kesannya memang seperti menginjak," Oded menjelaskan. Padahal, kata dia, gerakan itu merupakan jurus mengunci musuh pada bela diri pencak silat. "Jempol tangan si operator ditekan sehingga lemas dan tak berdaya." Namun, ujarnya, gerakan itu tidak sampai membahayakan dan melukai sang operator.

Oded meneruskan, adegan setelah itu juga sepertinya dihilangkan. "Padahal, setelah insiden itu sang operator naik ke panggung. Kemudian keduanya saling meminta maaf dan berpelukan." Sewaktu sang Ustad mengunci si operator pakai jurus silat pun, menurut Oded, sang operator sudah meminta maaf. "Setelah itu keduanya baik-baik saja dan Ustad terus-terusan mengucapkan Astagfirullah."

Ustad kelahiran Bandung 29 tahun silam yang memiliki nama asli Hariri Abdul Aziz Azmatkhan ini terkenal sejak menjadi kontestan kontes Akademi Dai di TPI. Dia juga sempat bermain di sinetron Islam KTP yang ditayangkan SCTV. Insiden jurus silat yang terlihat seperti menginjak kepala itu terjadi pada 17 Januari 2014 silam. Saat itu Ustad Hariri diundang berceramah di acara syukuran pernikahan di daerah Cangkuang, Kabupaten Bandung. (berbagai sumber)
Video Ustad Hariri Ngamuk dan Menginjak Kepala Operator Sound dengan Lutut
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :