Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Tampak juga diantara mereka, puluhan seniman dari Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) Magelang. Kedatangan mereka untuk  turut serta meramaikan parade dan prosesi musik keroncong oleh para seniman keroncong Magelang guna meramaikan HUT Kota Mungkid Kabupaten Magelang ke-30.
Senin, 24 Maret 2014

Keroncong Mata Tertutup Ramaikan HUT Kota Mungkid

Magelang - majalahabuser.com.   Tidak kurang 100 orang seniman keroncong dari berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Magelang, terlibat dalam kegiatan yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati setempat.
Sebelum acara dengan bertajuk Gemilang Keroncong Magelang itu dimulai, para peserta berkumpul di halaman Masjid An-Nur Sawitan, Mungkid sekitar satu kilometer dari rumah dinas Bupati. Sambil berjalan, mereka mengarak sebuah alat musik keroncong, Bas Betot. Dengan  iringan musik keroncong yang dipadu dengan musik tradisional oleh para seniman KSBI, suasana kirab semakin nampak meriah.

Sesampai di lokasi, KSBI menggelar 'seni pertunjukan' yang seolah-olah musik keroncong saat ini sedang diganggu setan sehingga tidak berkembang. Namun berkat doa para seniman dan pelakunya, musik keroncong bisa kembali eksis di masyarakat.

Usai pertunjukkan dari KSBI, unjuk kebolehan dengan memainkan alat musik dengan mata tertutup dan menyanyi lagu 'bengawan Solo'.

"Para seniman menutup mata, karena mereka sudah begitu menghayati musik keroncong. Keroncong sudah menjadi bagian hidup mereka sehari-hari. Sehingga walaupun dengan mata tertutup pun mereka bisa memainkan alat musik keroncong," kata Mufti Adi Utomo, koordinator kegiatan itu.

Hal senada juga dilontarkan, Lilik Rustian, Ketua Panitia Parade Keroncong. Dengan kegiatan ini, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka bisa berkarya meski ditengah situasi dan suhu politik yang tengah memasuki tahapan kampanye.

"Ini juga untuk memeriahkan HUT Kota Mungkid yang ke 30. Kemudian untuk menggemakan kembali musik keroncong di masyarakat Magelang yang saat ini mulai melupakannya, khususnya para  generasi muda," paparnya, Sabtu (22/03).

Masih menurut Lilik, sebenarnya banyak seninam-seniman keroncong berasal dari Magelang yang mempunyai karya-karya istimewa dan sudah banyak diakui. Sebut saja Rochani, seniman keroncong yang sudah melahirkan karya berjudul Fajar indah, Purnomo Sidi, Magelang Gemilang hingga Kopi Gulo Jowo.

"Kami berupaya untuk nguri-uri (melestarikan) musik keroncong di Magelang. Kedepan kami bercita-cita agar Magelang menjadi kota keroncong seperti Kota Solo dan Semarang," harapnya diamini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Dian Setya Dharma. (hm/herlit)
Para seniman keroncong dengan menutup mata

      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :