Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Jakarta - Paket buku berisi bom yang ditujukan kepada Ketua Pemuda Pancasila Yapto S Soeryosumarno ternyata berbeda judul dengan yang ditemui di Utan Kayu dan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN).

Bila buku yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdhalla dan Kalakhar BNN Gories Mere berjudul "Mereka Harus Dibunuh Karena Dosa-Dosa Mereka Terhadap Islam dan Kaum Muslimin,". Bom buku di kediaman Yapto justru berjudul "Apakah Masih Ada Pancasila".
"BNN dan Utan Kayu sama sedangkan Pak Yapto berbeda," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Namun, Sutarman mengungkapkan jenis ketiga bom tersebut serupa. Pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap penanganan bom tersebut. Hingga kini, Sutarman belum dapat menyimpulkan pelaku berasal dari jaringan kelompok apa. "Tetapi yang jelas mereka teroris," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga paket bom dalam buku dikirim di ketiga alamat berbeda di Jakarta, Selasa (15/3/2011) kemarin. Paket pertama dialamatkan ke Komunitas Utan Kayu dengan tujuan pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdhalla. Kedua kepada Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Gories Mere. Dan ketiga, kepada Ketua Pemuda Pancasila Yapto S Soeryosumarno. (tribunnews)
Bom Buku di Rumah Yapto Berjudul Apakah Masih Ada Pancasila
Ketua Pemuda Pancasila, Yapto S Soeryosumarno

Kamis, 17 Maret 2011
      Berita Daerah  :