Foto: Deklarasi Ramadan dan Idul Fitri  Tanpa Petasan di SMPN 1 Ngasem. Senin (10/4/2023)

Kediri – majalahbuser.com, Ratusan ribu pelajar se Kabupaten Kediri terdiri dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hari ini, Senin (10/4) di sekolah masing-masing berikrar untuk tidak membunyikan petasan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, mereka juga berjanji untuk tidak membeli dan membawa petasan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Demikian disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin.

Muhsin menjelaskan, bahwa acara deklarasi pelajar anti petasan di bulan Ramadan dan Idul Fitri tersebut adalah tindak lanjut atas keprihatinan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan adanya kasus perdagangan bahan petasan yang melibatkan oknum pelajar.

“Sesuai surat edaran Bupati, kami meminta yang menjadi inspektur upacara adalah lepala sekolah atau TNI/POLRI. Berdasarkan data kami, jumlah murid se-kabupaten Kediri terdapat 304 ribu siswa, turut sebagai peserta apel,” terang Muhsin.

“Harapannya, setelah ikrar ini selama Bulan Ramadan dan Idul Fitri, tidak membunyikan atau memperjualbelikan bahan petasan. Selama puasa dan lebaran, Kabupaten Kediri harus bebas petasan. Ini harapan Mas Bupati,” tandasnya.

Muhsin menambahkan, Bupati Kediri (Mas Dhito) berharap dukungan semua pihaknya khususnya para orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, utamanya berkaitan dengan petasan. Selain berbahaya buat diri sendiri dan orang lain, bermain petasan juga melanggar hukum.

Menurut Muhsin, dalam pelaksanaannya, Deklarasi Ramadan dan Idul Fitri  Tanpa Petasan ini bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama, Kepolisian dan Kodim 0809 Kediri

“Mas Bupati tidak ingin ada korban lagi di kalangan pelajar karena itu beliau mengarahkan agar jajaran pendidikan baik di lingkungan Dinas Pendidikan, Cabang Dinas, aparat keamanan juga Kementerian Agama di Kabupaten Kediri membangun komitmen bersama,” terangnya.

Pantauan majalahbuser.com, lapangan UPTD SMPN 1 Ngasem adalah salah satu tempat digelarnya acara ini. Disini Kapten Inf Wiwied Yani Wahyudi selaku Komandan Koramil 0809/04 Ngasem Kodim Kediri menjadi pembina apel pagi dalam Deklarasi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tanpa petasan . Senin (10/04/2023) pagi, dengan diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMPN 1 Ngasem dengan semangatnya.

Saat menjadi pembina apel, dalam amanatnya Kapten Inf Wiwied mengatakan, sebagai calon generasi penerus Bangsa, pelajar yang baik harus mengikuti seluruh peraturan yang ada, untuk menciptakan siswa-siswi yang tertib dan disiplin.

Dikonfirmasi usai pelaksanaan ikrar, Berdi Prayitno, S.Pd, M.M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 1 Ngasem  menyampaikan harapannya untuk siswa-siswi SMPN 1 Ngasem.

“Dengan dilaksanakan Apel dan Ikrar untuk tidak membunyikan Petasan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dapatnya dipahami dan dipatuhi para siswa sesuai Ikrar yang telah  diucapkan seperti tertuang dalam bener serta ditanda tangani oleh para siswa,” harapnya

“Selanjutnya bener dipasang di papan lingkungan Sekolah. Dengan demikian para siswa akan selalu ingat apa yang telah di Ikrarkan dan mematuhi nya,” pungkasnya.

Berikut kutipan Deklarasi Ramadan dan Idul Fitri  Tanpa Peasan:

KAMI SISWA SISWI KABUPATEN KEDIRI, DENGAN SADAR DAN SUKARELA, MENYATAKAN IKRAR UNTUK TIDAK MEMBUNYIKAN PETASAN SELAMA BULAN RAMADAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI.

KAMI BERKOMITMEN UNTUK MENGHORMATI BULAN SUCI RAMADAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI DENGAN MENJAGA PERILAKU YANG BAIK DAN MEMATUHI ATURAN-ATURAN YANG BERLAKU.

KAMI BERJANJI UNTUK TIDAK MEMBELI, MEMBAWA, ATAU MEMBUNYIKAN PETASAN SELAMA BULAN RAMADAN DAN HARI RAYA IDUL FITRI.

KAMI AKAN MENJAUHI SEGALA BENTUK TINDAKAN YANG MELANGGAR ATURAN SEKOLAH DAN HUKUM, SERTA MERUGIKAN LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAMI. (bsr1/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer