
Nganjuk – majalahbuser.com, Peresmian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026) di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, terus menjadi perhatian masyarakat luas. Bahkan, agenda nasional tersebut disebut menyedot perhatian masyarakat.
Di tengah tingginya perhatian publik, mulai terkuak sosok yang berada di balik suksesnya pembangunan dan persiapan KDMP Desa Nglawak, yakni pengembang lokal H. Moh. Subhan, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Gus Kaji.
Saat ditemui di kediamannya, Senin (18/5), Tokoh masyarakat tersebut membenarkan dirinya ikut terlibat sejak awal proses pembangunan KDMP Desa Nglawak. Ia mengungkapkan, sebelum pembangunan dimulai, dirinya bersama warga dan Babinsa setempat terlebih dahulu menggelar doa bersama di lokasi pembangunan.
“Supaya pembangunan berjalan selamat, lancar dan mendapat ridho Allah SWT,” ungkapnya.
Gus Kaji kemudian menjelaskan kronologi penetapan Desa Nglawak sebagai lokasi launching nasional KDMP. Menurutnya, jauh sebelum penetapan lokasi, seluruh data dan penilaian awal sebenarnya mengarah ke Kabupaten Lamongan.
Namun setelah dilakukan survei oleh Agrinas (PT Agro Industri Nasional) bersama tim dari sembilan kementerian, pilihan akhirnya beralih ke Kabupaten Nganjuk, tepatnya Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono.
Desa tersebut kemudian resmi ditetapkan sebagai lokasi launching nasional yang mewakili sebanyak 1.061 KDMP di seluruh Indonesia.
Sebelum diputuskan menjadi wakil nasional, terdapat tiga lokasi KDMP di Kabupaten Nganjuk yang dijadikan bahan pembanding penilaian, yakni KDMP Desa Nglawak, Sukomoro, dan Wilangan.
“Semuanya bagus, tetapi Alhamdulillah yang terpilih KDMP Desa Nglawak karena bangunan gedungnya dinilai paling mirip dengan desain gambar yang telah ditetapkan,” terang Gus Kaji yang dikenal memiliki akses dan konektivitas dengan pihak Agrinas serta jajaran kementerian sebagai pengembang KDMP wilayah Nganjuk.
Lebih lanjut, pria yang juga aktif di organisasi keagamaan tersebut berharap keberadaan KDMP mampu memperkuat perekonomian desa dan mengurangi dominasi pasar ritel modern.
“Dengan adanya koperasi ini, masyarakat bisa berbelanja di toko koperasi sehingga perputaran uang tetap bergulir di masyarakat setempat,” ujarnya.
Ia juga berharap barang-barang yang dijual di KDMP memiliki harga terjangkau sehingga benar-benar membantu masyarakat kecil. Selain itu, pengelolaan koperasi diharapkan tetap berpihak kepada warga desa dan tidak meninggalkan kepentingan masyarakat sekitar. (unt)