
Nganjuk – majalahbuser.com, Presiden Prabowo Subianto secara simbolis meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyatakan sebanyak 1.061 KDMP di seluruh Indonesia telah mulai dioperasionalkan secara optimal.
Presiden menyampaikan, pemerintah akan kembali meresmikan koperasi serupa pada Agustus 2026 mendatang, khusus bagi KDMP yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan gedung, kantor, maupun sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Yang menarik perhatian masyarakat, berbagai kebutuhan pokok dan bahan pangan di Toko KDMP dijual dengan harga relatif murah di bawah harga pasar. Seperti minyak goreng merek Kita dijual seharga Rp16.700 per liter, sedangkan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau Gas Melon dijual Rp16.000 per tabung.
Selain itu, berbagai kebutuhan masyarakat lainnya juga dipasarkan dengan harga terjangkau.
Saat ditanyakan apakah harga murah tersebut hanya berlaku saat launching atau diterapkan secara permanen, salah seorang pramuniaga Toko KDMP memastikan harga tersebut akan diberlakukan terus setiap hari.
Keterangan serupa juga disampaikan Kepala Desa Nglawak, Muryanto. Menurutnya, kebijakan harga murah tersebut sebelumnya telah dikonsultasikan dengan Agrinas.
“Coba dihitung lagi Pak mengenai harga jual di toko, apakah tidak terlalu murah. Namun memang harganya dijual seperti yang berlaku saat ini,” terang Kades usai acara di Balai Desa Nglawak.
Ia menambahkan, pihak Agrinas juga menyarankan agar pemerintah desa lebih sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya warga tertarik berbelanja di Toko Koperasi.
“Supaya masyarakat mau berbelanja ke toko koperasi dengan harga yang murah,” imbuhnya kepada majalahbuser.com.
Menurut Muryanto, omzet Toko KDMP setiap harinya dapat mencapai sekitar Rp3 juta dengan mayoritas pembeli berasal dari warga Desa Nglawak. Meski demikian, masyarakat dari desa lain juga diperbolehkan berbelanja di toko tersebut.
“Boleh saja warga desa lain berbelanja di sini. Tetapi mereka bukan anggota koperasi Desa Nglawak sehingga tidak mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) saat RAT,” jelasnya.
Muryanto berharap KDMP di daerah lain dapat berkembang seperti KDMP Nglawak. Ia menilai koperasi merupakan tulang punggung perekonomian bangsa sejak masa kemerdekaan.
Kepala desa yang telah menjabat selama dua periode itu juga mengaku bangga dan berterima kasih atas kunjungan Presiden RI ke Desa Nglawak. Menurutnya, kehadiran Presiden dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih aktif berbelanja di koperasi desa.
Ia menjelaskan, sebelum adanya KDMP, koperasi desa sebenarnya sudah berjalan dan dikelola oleh ibu-ibu PKK Desa melalui kegiatan simpan pinjam. Dengan hadirnya KDMP, peran PKK diharapkan semakin berkembang dan maju dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. (unt)