Foto: Launching Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) Tahun 2023 di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Rabu (25/10).

Kediri – majalahbuser.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bekerja sama dengan Bank Jatim pusat menyelenggarakan kegiatan Launching Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) Tahun 2023 di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Rabu (25/10).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kediri Mas Dhito, Direktur Bank Jatim Pusat maupun Pimpinan Bank Jatim Cabang Pare dan Kediri, Bank Indonesia, Kepala BPKAD Kabupaten Kediri dan Kepala SKPD maupun Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri.

Dalam sambutannya, Mas Bup menjelaskan bahwa prinsip kartu kredit pemerintah daerah yaitu untuk mempermudah SPJ dan melakukan transaksi non tunai.

“Jadi bisa saya simpulkan, kartu kredit pemerintah daerah ini tujuannya yaitu untuk SPJ dan berkesinambungan dengan semangat Pemkab untuk melakukan transaksi non tunai,” ujarnya.

Untuk penilaian ETPD dilakukan sebanyak dua kali yaitu periode pertama di bulan Januari-Juni, sedangkan untuk periode kedua di bulan Juli-Desember. Provinsi Jawa Timur sendiri untuk NTPD tahun ini diangka 99,25% dan untuk Kabupaten Kediri diangka 85%.

Disampaikan oleh Kepala BPKAD Kabupaten Kediri Erfin Fatoni, untuk di tahun depan semua SKPD yang ada di Kabupaten Kediri sudah akan menerapkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah.

“Memang untuk tahun ini tinggal 2 bulan lagi, sehingga untuk pembayaran masih di BPKAD namun nanti mulai awal tahun 2024, semua SKPD sudah akan menerapkan kartu kredit pemerintah daerah,” tambahnya.

Penilaian ETPD ini terdiri dari 3 komponen. Yang pertama adalah implementasi aspek teknologi, yang kedua adalah lingkungan strategis dan yang ketiga adalah realisasi. Untuk Kabupaten Kediri sendiri, dari 3 komponen itu sudah memenuhi hingga melebihi, tetapi untuk realisasi harus lebih ditingkatkan lagi.

Ditambahkan oleh Mas Bup, harapannya dengan terselenggaranya kegiatan bisa meningkatkan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

“Besar harapan saya dengan terselenggarakannya kegiatan ini bisa meningkatkan optimalisasi pendapatan asli daerah. Jadi saya harap, acara ini jangan cuman hanya seremonial saja, harus ada tindak lanjutnya,” harapnya.

Sekedar informasi, Kabupaten Kediri sendiri saat ini untuk ETPD-nya berada di peringkat ke-34 dari total 39 Pemda yang ada di Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan tugas dari semua satker yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri agar di tahun depan bisa meningkat untuk ETPD-nya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer