Foto: Bupati Maryoto Serahkan Bantuan ke Warga Terdampak Longsor Pagerwojo

Tulungagung – majalahbuser.com, Bencana longsor kembali terjadi di Kota Marmer. Bencana yang terjadi pada Kamis dini hari (23/3/2023), mengakibatkan sejumlah rumah warga Desa/Kecamatan Pagerwojo rusak.

Kondisi itupun langsung menjadi perhatian pemkab Tulungagung. Bahkan Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M langsung mendatangi lokasi bencana pada Rabu (29/3/2023).

Bupati Maryoto mengatakan, kunjungannya ke lokasi bencana alam tanah longsor di Desa Pagerwojo adalah untuk memastikan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maryoto mengatakan, pihaknya bakal merelokasi tiga rumah warga di RT 2 RW 1 Dusun Kebonsari Desa Pagerwojo Kecamatan Pagerwojo yang rusak karena tertimpa bencana tanah longsor itu.

Tak hanya membantu pembangunan rumah warga yang rusak, Bupati Maryoto juga memberikan bantuan paket sembako kepada warga terdampak.

Menurutnya, tanah longsor yang mengenai beberapa rumah warga itu, disebabkan karena anomali musim sepekan terakhir. Sehingga terjadi curah hujan tinggi di wilayah Tulungagung.

“Yang kena dampak sebenarnya 3 rumah, tapi yang parah 1,” kata Maryoto.

Bupati Maryoto memaparkan, untuk meminimalisir terjadinya bencana alam tanah longsor, dibutuhkan adanya pemikiran bersama baik Pemkab, Pemdes maupun masyarakat.

Sebab, masih terdapat rumah warga berdiri pada titik elevasi yang curam. Sehingga perlu adanya relokasi ke tempat yang lebih aman.

Bagi warga yang sudah memiliki tanah relokasi, Pemkab Tulungagung akan membantu pembangunan rumah warga yang akan direlokasi tersebut. “Nanti kita bantu pembangunan rumahnya,” ucap Maryoto.

Untuk 2 rumah warga yang terdampak, Pemkab Tulungagung akan melakukan identifikasi bersama Pemdes setempat terkait kerusakan dan secara teknis juga akan dibantu salah satunya adalah membangun talud penguat tebing.

“Untuk relokasi rumah merupakan hal penting. Tapi yang jelas, disini cukup untuk membuat talud dan secepatnya. Karena bencana alam itu merupakan force majeure,” ungkapnya

Dia mengimbau seluruh stakeholder dan warga Kecamatan Pagerwojo agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Apalagi bagi warga yang rumahnya berada di daerah dengan tingkat kemiringan curam

Dirinya juga menyarankan kepada Pemdes dan warga Desa Pagerwojo agar menanam tanaman keras di lokasi yang kemiringan curam, bukan hanya menanam rumput gajah untuk keperluan pakan ternak.

“Saya imbau kepada Pak Kades, perangkat dan warga ketika rumahnya berada di tingkat kemiringan, hendaknya jangan menanam tanaman serabut seperti tanaman rumput gajah tapi harus menanam jenis tanaman keras,” tuturnya.

Terakhir, Bupati Maryoto meminta pada warga untuk menanam tanaman keras di tebing dekat pemukiman. Karena dengan tanaman keras dapat menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah.

“Lha ini sekitar sini saja, seharusnya ditanami pepohonan malah ditanami rumput gajah. Jadi ya tidak mampu menahan gempuran aliran air hujan sehingga tanah menjadi longsor. Jadi ayo, tanam pepohonan sekitar untuk menjaga kestabilan tanah,” pungkasnya. (unt/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer