Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Kabupaten Tulungagung, Gatot Sunu Utomo. (Foto: unt/majalahbuser.com).

Tulungagung  – majalahbuser.com, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum. Fenomena alam El Nino kini telah dirasakan oleh hampir seluruh wilayah di Indonesia tak terkecuali di Tulungagung Jawa Timur.

Fenomena alam El Nino ini berdampak pada lahan pertanian warga masyarakat Tulungagung yang lahan pertaniannya mengalami kekeringan hingga menyebabkan gagal panen, bahkan beberapa wilayah di Kecamatan Tulungagung sudah langka air bersih untuk konsumsi rumah tangga.

Selain itu, ancaman kekeringan sebagai dampak fenomena alam El Nino tidak hanya mengganggu produktivitas pangan dan pasokan air bersih di masyarakat, tapi juga potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karhutla).

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Kabupaten Tulungagung, Gatot Sunu Utomo.

Untuk itu, Gatot menghimbau masyarakat Tulungagung agar lebih berhati-hati bila saat melakukan bakar- akar sampah karena dapat menimbulkan potensi kebakaran besar. Kalau membakar sampah agar dipadamkan sampai apinya benar-benar mati, kalau perlu disiram air karena sisa-sisa api bisa membesar kembali akibat hembusan angin yang kencang.

“Kalau membakar sampah supaya ditunggui sampai api benar-benar mati. Setelah itu boleh ditinggal pergi. Pada waktu membakar sampah dijauhkan dari benda-benda yang mudah terbakar,” pesannya yang diterima majalahbuser.com di ruang kerjanya Jl. A Yani Timur Gang.4 No.7 Tulungagung. Rabu 01/11.

Gatot berharap, kebakaran di salah satu kandang kambing milik warga kecamatan Boyolangu yang meludeskan kandang beserta kambingnya, juga kebakaran di Kecamatan Ngunut dan Kecamatan Kota Tulungagung tidak terulang.

Gatot mengungkapkan, penyebabnya kebakaran sembilan puluh persen adalah akibat kelalaian manusia dan sisanya disebabkan karena konsleting listrik dan lain-lain. (unt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer