Foto: Konferensi Pers Pernyataan Bersama Upaya Penanggulangan Tuberkolusis di Hotel Grand Surya, Rabu (13/12).

Kediri – majalahbuser.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yang bekerja sama dengan Yayasan SSR Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYASA) menggelar kegiatan Pernyataan Bersama Upaya Penanggulangan Tuberkolusis di Hotel Grand Surya, Rabu (13/12).

Ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Kediri untuk menekan kasus tuberkolusis (TBC) yang ada di Kabupaten Kediri.

Kasus Tuberkolusis (TBC) ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Kediri, karena saat ini Indonesia berada di posisi kedua dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia dibawah India dan diikuti oleh China.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Retno Handayani menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri tidak bisa bekerja sendiri untuk menanggulangi TBC ini, maka Dinkes akan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk Yayasan SSR YABHYASA.

“Kerjasama ini dalam penemuan kontak erat TBC. Karena jika ditemukan 1 penyakit yang terpapar, maka diharuskan dilakukan tracing terhadap 1 rumah itu, karena penularan TBC ini sangat sangat cepat yakni 1 orang bisa menular ke 10-15 orang, maka dari itu kita akan bekerja sama dengan Yayasan SSR YABHYASA untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Saat ini di Kabupaten Kediri sendiri tercatat ada 2.359 kasus positif TBC, namun hanya 74 persen yang menjalani proses pengobatan, sedangkan sisanya tidak menjalani proses pengobatan. Untuk tahun 2023 ini sendiri menurut data dari Dinas Kesehatan sudah 88,5 persen yang terkonfirmasi berhasil dalam pengobatan.

Sementara itu Koordinator Program SSRS YABHYASA peduli TBC Kabupaten Kediri Sri Astutik menjelaskan bahwa pihaknya sudah menurunkan relawan untuk memberikan pengarahan kepada keluarga, penderita serta memberikan sosialiasi terhadap keluarga jika penderita TBC bukanlah aib.

“Kami juga sudah menerjunkan relawan di berbagai wilayah di Kabupaten Kediri untuk memberikan pemahaman, karena selama ini mungkin banyak yang beranggapan jika penyakit TBC adalah aib dan mungkin bisa saja penyakit keturunan, maka dari itu kita akan terus melakukan pendekatan kepada warga agar membawa penderita TBC ke rumah sakit,” tambahnya.

Seperti yang diketahui Tuberkolusis (TBC) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Menurut Global TB Report tahun 2023, Indonesia berada di urutan ke-2 setelah India dengan kasus TBC terbanyak.

Oleh karena itu, dalam upaya penanggulangan masalah TBC ini, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri memerlukan dukungan dari berbagai pihak, tidak terkecuali masyarakat untuk bergerak bersama mencegah kasus TBC ini. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer