
Tulungagung – majalahbuser.com, Pemerintah Kabupaten Tulungagung memperkuat langkah penanganan dampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di tiga wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air. Sebanyak enam truk tangki diberangkatkan dari halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada Hari Senin (12/10)
Pemberangkatan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., didahului doa bersama agar proses distribusi berjalan lancar dan bantuan dapat diterima oleh warga yang membutuhkan.
Enam truk tangki tersebut dialokasikan untuk tiga wilayah, masing-masing dua truk menuju Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, dua truk ke wilayah Banyu Urip, Kecamatan Kalidawir, serta dua truk lainnya untuk Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo.
Kegiatan ini disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, H. Tri Hariadi, M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tulungagung, serta sejumlah lembaga amil zakat yang turut bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam merespons kesulitan masyarakat akibat menurunnya ketersediaan air. Di tengah kondisi kekeringan, bantuan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari konsumsi, memasak, hingga menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi keluarga.
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, distribusi melalui truk tangki menjadi salah satu langkah penanganan darurat untuk membantu masyarakat ketika sumber air di lingkungan mereka tidak lagi mencukupi.
Keterlibatan pemerintah daerah, BPBD, BAZNAS, dan lembaga amil zakat juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan persoalan kemanusiaan. Dengan koordinasi yang baik, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara tepat sasaran berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain penanganan darurat, upaya antisipasi jangka panjang juga perlu mendapat perhatian, terutama melalui penguatan sumber air, penyediaan sarana penampungan, serta pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Langkah tersebut penting agar masyarakat memiliki ketahanan yang lebih baik ketika menghadapi musim kemarau.
Melalui pemberangkatan enam truk tangki air bersih ini, Pemkab Tulungagung bersama berbagai unsur terkait berupaya meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong. Diharapkan, sinergi tersebut dapat terus terjaga sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan. (unt/adv)