Foto: Suasana kegiatan Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian, 7-9 Agustus 2023 di BPP Plemahan. (Sumber: Poktan Joyoboyo Kunir Jaya)

Kediri – majalahbuser.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan melaksanakan kegiatan Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian yang berlangsung selama tiga hari kedepan mulai tanggal 7-9 Agustus 2023 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Plemahan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Gempita Kemerdekaan RI ke 78 dengan mengusung tema “Petani Berkelanjutan menuju petani mandiri”.

“Hal tersebut sejalan dengan program prioritas dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan yaitu “DITO” Program Desa Inovasi Tani Organik,” terang Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Anang Widodo.

Lanjut Anang, dimana program tersebut terdapat 2 kategori kegiatan yang pertama perkembangan pertanian organik secara harfiah mulai dari teknologi sampai sertifikasi merupakan keluaran yang pertama, selanjutnya yang kedua program “DITO” bagaimana pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan minimal kita bisa mengurangi penggunaan pupuk subsidi dan menggunakan bibit tanaman yang berkualitas.

Pada kegiatan ini pula kita melibatkan kurang lebih seribu petani yang diundang untuk mengikuti pelatihan diberbagai bidang. Tidak ketinggalan, kami juga melibatkan perusahaan yang terkait seperti teknologi pertanian, perusahaan pupuk dan bibit tanaman.

“Tujuan dari Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian ini adalah sebagai bentuk sekolah lapang yang secara langsung bisa dilihat dan dipelajari serta bisa ditanyakan apa kendala yang dihadapi didunia pertanian”, jelasnya.

“Terdapat 60 jenis inovasi dan teknologi baik itu jenis pembibitan, teknologi budidaya, teknologi pemupukan dan juga teknologi penanganan hama penyakit tumbuhan,” ungkapnya.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin dalam sambutannya membuka acara tersebut menyampaikan, bahwa lahan pertanian di Kabupaten Kediri hampir bisa dipastikan tiap tahun mengalami pengurangan, perubahan alih fungsi lahan menjadi salah satu masalah.

“Maka dari itu, kalau kita tidak melakukan inovasi akan menjadi persoalan terhadap ketersediaan pangan, apalagi setiap tahun jumlah penduduk semakin bertambah dan jumlah kebutuhan pangan harus dipenuhi,” terangnya.

“Kita harus terus berinovasi dan teknologi merupakan sarana, alat yang dapat mempercepat proses pada sektor pertanian. Yang terpenting kita khususnya bagi para petani, jangan sampai berhenti berinovasi dan manfaatkan teknologi dengan sebaik baiknya,” ajaknya.

Solikin menambahkan, pada kegiatan ini menampilkan berbagai macam demplot budidaya pertanian yang lebih modern dan ramah lingkungan. Mengoptimalkan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati.

“Ditampilkan pula varietas unggulan dari berbagai komunitas produsen benih serta terdapat stand pameran yang menampilkan produk pertanian dan alat mesin pertanian, sarana produksi dll, terdapat pula kelas untuk edukasi petani,” terangnya.

Dari sekian banyaknya kegiatan yang kita laksanakan, tujuan akhir kita adalah mensejahterakan para petani dan keluarganya.

“Harapannya forum ini menjadi ajang belajar bersama bagi para petani, sehingga pertanian kita semakin maju dan sejahtera,” harapnya.

Hadir pula pada kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dody Purwanto yang pada kesempatan tersebut bersama Sekretaris Daerah mengelilingi lahan pertanian hingga menyaksikan penggunaan teknologi pertanian seperti drone. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer