Foto: Panen Raya Padi di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Senin 27/4

Tulungagung – majalahbuser.com, Para Petani di Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, dipenuhi rasa syukur saat panen raya yang melimpah ruah dilahan sawah mereka.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada Hari Senin 27/4

Pada panen raya itu Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., turun ke lokasi bersama Ketua Komisi VI DPR RI Dr. Hj. Anggia Erma Rini, M.KM, ditambah jajaran Perum Bulog Kanwil Jawa Timur dan Direktur Pengadaan Perum Bulog, serta para petani dan kelompok tani.

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan rasa syukur atas capaian panen yang dinilai melampaui target. Ia mengungkapkan, harga gabah kering sawah saat ini berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, atau di atas harga acuan yang ditetapkan Bulog.

“Ini menjadi kabar menggembirakan bagi petani. Hasil panen meningkat dan harga juga baik, sehingga dapat mendorong semangat petani untuk terus berproduksi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk peran TNI, penyuluh pertanian, serta dukungan program pemerintah.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Kabupaten Tulungagung bahkan mencatat surplus produksi beras pada tahun 2025 dan turut menopang kebutuhan pangan di tingkat Provinsi Jawa Timur

Selain itu, Plt Bupati Tulungagung mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam praktik pertanian. Dia mengimbau petani agar bijak dalam penggunaan pestisida demi menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, memberikan apresiasi atas capaian sektor pertanian di Tulungagung yang dinilai berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Dia menyebut, sejak 2025 Indonesia berhasil mencatat stok beras tertinggi sepanjang sejarah.

“Keberhasilan ini bukan hanya milik Tulungagung, tetapi juga kebanggaan nasional. Indonesia kini mampu memenuhi kebutuhan beras tanpa impor,” ungkapnya.

Anggia juga mendorong agar capaian tersebut terus ditingkatkan melalui penguatan strategi, termasuk membuka peluang ekspor beras ke pasar Internasional, seperti untuk kebutuhan jamaah haji dan umrah.

Menurutnya, keberhasilan pertanian di Tulungagung didukung oleh pemanfaatan teknologi, kondisi alam yang subur, serta kerja keras para petani dan penyuluh di lapangan.

Panen raya ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan produksi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Indonesia. (unt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer