Foto: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Moh. Muhsin pada Apel Ikrar Jauhi Petasan dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah selama Ramadan-Idul Fitri. Selasa (3/3/2026)

Kediri – majalahbuser.com, Sekitar 275.000 pelajar mulai TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Kediri secara serentak menggelar Apel Ikrar Jauhi Petasan dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah selama Ramadan-Idul Fitri. Selasa (3/3/2026)

Melalui ikrar tersebut, para pelajar berkomitmen untuk tidak menyalakan petasan, menjauhi kekerasan dan perundungan di sekolah, menaati peraturan lalu lintas, serta menjauhi rokok dan narkoba. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya korban akibat petasan selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Moh. Muhsin, mengatakan ikrar pelajar ini menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter sejak dini, khususnya selama bulan Ramadan.

“Tujuan utama ikrar ini adalah mendidik dan membiasakan anak-anak hidup disiplin, tertib, serta menjauhi hal-hal yang tidak bermanfaat seperti bermain petasan yang berisiko dan boros,” harapnya.

Menurut Muhsin, ikrar pelajar juga merupakan implementasi arahan Bupati Kediri yang menekankan pentingnya menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk tanpa kegaduhan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam penyelesaian persoalan pendidikan.

“Dengan ikrar ini, kami berharap para pelajar memiliki komitmen moral untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan fokus belajar karena masa depan mereka masih panjang,” tambahnya.

Menurut Muhsin, Pengawasan terhadap pelaksanaan ikrar ini akan dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah oleh guru dan kepala sekolah, maupun di masyarakat dengan dukungan aparat TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat

“Kalau di sekolah, Bapak Ibu Kepala Sekolah, Bapak Ibu Guru bisa memantau, tapi kalau sudah di masyarakat kan ini akan dibantu Pak Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan semua unsur pemerintah, semua tokoh masyarakat bisa mencegah, mengingatkan, hal-hal yang tidak ada gunanya,” tandas Muhsin.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem, Berdi Prayitno, menyampaikan harapannya agar siswa benar-benar menjalankan isi ikrar yang telah diucapkan.

“Harapannya anak-anak melaksanakan sesuai dengan ikrar yang telah diucapkan, sehingga tidak lagi membunyikan petasan di lingkungan masyarakat dan bisa mengajak lingkungan sekitarnya untuk menjaga ketertiban,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun masih ada sebagian yang bermain petasan. Namun, pihak sekolah optimistis melalui ikrar ini kesadaran siswa akan semakin meningkat. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan wali murid untuk mengawasi putra-putri mereka di rumah.

Berdi berharap komitmen ini tidak hanya menjadi seremonial, melainkan benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (bsr1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer