
Tulungagung – majalahbuser.com, Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-81 di wilayah Kodim 0807/Tulungagung mendapat kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabesad TNI Angkatan Darat, Selasa (3/11).
Kunjungan yang dipusatkan di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung tersebut bertujuan memastikan seluruh sasaran pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Tim Wasev dipimpin Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono, S.E., M.Han., didampingi Komandan Satgas TMMD ke-81, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., para Danramil jajaran, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan unsur Polres Tulungagung.
Rombongan meninjau sejumlah sasaran fisik program TMMD, di antaranya pembangunan jamban umum dengan lima bilik di Desa Pojok, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik Atim di Dusun Secang, serta pembangunan infrastruktur jalan berupa rabat beton di sejumlah titik.
Komandan Tim Wasev Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono mengatakan, secara umum progres pelaksanaan TMMD ke-81 di wilayah Tulungagung telah berjalan sesuai dengan lini masa dan target yang telah ditetapkan.
Ia berharap seluruh sasaran pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga saat penutupan program seluruh pekerjaan telah mencapai progres 100 persen dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, hasil evaluasi sementara menunjukkan pelaksanaan program berjalan sesuai harapan. Meski demikian, terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait distribusi material bangunan yang belum sepenuhnya dapat menjangkau lokasi pekerjaan.
Namun, berkat kerja sama dan dukungan berbagai elemen masyarakat, kendala tersebut dapat diatasi sehingga pelaksanaan pembangunan tetap berjalan dengan baik.
Salah satu momen menarik dalam kunjungan tersebut terlihat saat Tim Wasev meninjau rumah milik Atim di Dusun Secang. Penerima manfaat program RTLH itu mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada TNI, Polri, serta Pemerintah Daerah yang telah membantu memperbaiki kondisi rumahnya menjadi lebih layak huni.
“Rumah saya yang dulu jelek dan atapnya berantakan, kini sudah rapi dan tidak bocor lagi saat musim hujan tiba,” ungkap Atim dengan wajah penuh kebahagiaan sembari membawa bingkisan bantuan dari TNI.

Sementara itu, di Balai Desa Pojok, Camat Campurdarat Tri Wantoro, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa program TMMD merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan wilayah, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan rabat beton menjadi salah satu sasaran yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jalan tersebut juga membuka akses penghubung antara Desa Pelem dan Desa Pojok, sehingga diharapkan mampu mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
“Jalan yang kondisinya sudah baik tentu memperlancar pergerakan masyarakat. Dampaknya juga sangat positif terhadap peningkatan sektor ekonomi warga,” jelasnya.
Tri Wantoro menambahkan, pembangunan jamban umum dan rehabilitasi rumah tidak layak huni juga merupakan program yang sangat dibutuhkan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
“Program pembuatan jamban dan RTLH ini sangat membantu sekali. Manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.
Terkait pemeliharaan hasil pembangunan setelah program TMMD selesai, Tri Wantoro menegaskan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama, terutama masyarakat sebagai penerima manfaat.
Ia mengingatkan bahwa membangun infrastruktur relatif lebih mudah dibandingkan menjaga dan merawatnya. Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk memanfaatkan sekaligus memelihara fasilitas yang telah dibangun. Salah satunya dengan memperhatikan kapasitas tonase kendaraan yang melintas agar kondisi jalan tetap terjaga dan memiliki usia manfaat lebih panjang.
Di akhir keterangannya, Tri Wantoro berharap TNI semakin kuat dan terus meningkatkan sinergitas dengan pemerintah, baik di tingkat pusat, daerah, maupun wilayah. Dengan kolaborasi yang solid, berbagai program pembangunan pemerintah diharapkan dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (unt)