
Kediri – majalahbuser.com, Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menggelar Parade Cikar ke-5 Tahun 2026, Sabtu (22/8). Kegiatan yang menjadi bagian rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi upaya pelestarian transportasi tradisional sekaligus menjaga keberadaan sapi Jawa.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Mohamad Solikin menyampaikan, cikar dahulu menjadi salah satu alat transportasi penting bagi masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian.
“Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda agar mengenal sejarah,” katanya.
Menurut Solikin, Parade Cikar tidak hanya mengenalkan kembali transportasi tradisional, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan sapi Jawa yang secara historis menjadi hewan penarik cikar.
“Selain itu, juga melestarikan sapi Jawa yang merupakan sapi penarik cikar, yang mulai berkurang populasinya,” tambah Solikin.
Parade semakin menarik dengan kehadiran sapi tunggang bernama Petruk dari Yogyakarta. Kehadiran sapi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat yang memadati jalur parade, karena sangat jinak dan penurut. Bahkan beberapa pejabat Pemkab Kediri dan tamu undangan sempat menaikinya.
Sebelum parade dimulai, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi program Makanan Bergizi Gratis bagi anak-anak.
Semarak kegiatan semakin terasa dengan pembagian 2.000 butir telur kepada masyarakat yang hadir menyaksikan Parade Cikar.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak parade dimulai. Sepanjang jalur yang dilalui peserta, warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan cikar sekaligus mengambil hasil bumi yang dibawa di atas cikar. (adv)