Foto: acara Niti Sowan Harinjing dan Pengambilan Air Sungai Harinjing. (24/3/2021).

Kediri – majalahbuser.com, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menggelar acara Niti Sowan Harinjing dan Pengambilan Air Sungai Harinjing di Desa Siman, Kecamatan Kepung. (24/3/2021).

Usai malam harinya dilaksanakan kenduri 3 tumpeng bersama warga sekitar, hari ini dilaksanakan acara inti menyambut Hari Jadi Kabupaten Kediri yang ke-1219 yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Adi Suwignyo, M.Si, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) Imam Mubarok atau yang biasa dipanggil Gus Barok dan beberapa undangan dari para seniman yang ada di Kabupetan Kediri dan juga Kepala Desa Siman maupun dari Forkopimcam.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Adi Suwignyo, kegiatan ini adalah sebagai bentuk melestarikan apa yang sudah terjadi di masa lampau.

” Kegiatan ini adalah sebagai bentuk nguri-nguri budaya yang dimana di Desa Siman ini terdapat Prasasti Harinjing yang menjadi cikal bakal Kediri,” ujarnya.

Niti Sowan Harinjing yang merupakan rangkaian perayaan hari jadi, ditandai dengan pengambilan air 7 sumber. Yaitu Sumber Ubalan, Sumber Bedug, Makam Gus Miek, Sumber Kembangang, Sumber Drajad Surowono, Sumber Tirto Kamandanu serta yang terakhir adalah sudetan Dhawuhan Kali Harinjing.

Untuk Tahun ini, dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri mengambil Tema “Sahitya Adhikara Budhaya” atau “Sinergi Membangun Kediri Berbudaya”, tuturnya.

Harapan dari acara ini, menurut Adi Suwignyo cikal bakal Harinjing agar dikenal Masyarakat Kediri maupun luar Kabupaten Kediri.

“Saya berharap apa yang disampaikan Mas Bup agar cikal bakal nama Harinjing ini agar dikenal Masyarakat Kediri maupun luar Kabupaten Kediri, makanya itu kita kemas sebaik mungkin tanpa menghilangkan nilai sejarah nya,” harapnya.

Ditambahkan oleh Eko Priyanto selaku Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala menjelaskan bahwa, prasasti ini adalah asal mula ditemukannya nama Kediri.

 “Sebetulnya titik nol itu adalah dimana ditempat ini pada tahun 1893, ditemukan prasasti Harinjing. Prasasti yang didalamnya memuat asal mula nama Kediri, kalau prasasti nya sendiri berasal pada tahun 804 sedangkan penemuannya sekitar tahun 1893 dan digeser ke rumah administratif sekitar tahun 1916,” jelasnya.

Setelah proses pengambilan air di 7 sumber, pada 25 Maret nanti akan digelar Prosesi Hari Jadi Kabupaten Kediri dengan pembacaan Prasasti Harinjing di Pendapa Panjalu Jayati. Selanjutnya, juga akan digelar launching branding dari Kabupaten Kediri di sekitar Monumen Simpang Lima Gumul. (kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer