
Kediri – majalahbuser.com, Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 0809/08 Kras memberikan pengarahan dan pembinaan kepada lima manager Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat tata kelola koperasi sekaligus mendorong peningkatan omzet penjualan dan pendapatan.
Lima manager yang mengikuti pengarahan tersebut berasal dari KDMP Desa Kanigoro, Bendosari, Krandang, Butuh, dan Setonorejo. Mereka diundang ke Markas Koramil (Makoramil) Kras karena koperasi di masing-masing desa telah resmi diluncurkan dan mulai menjalankan kegiatan operasional.
Danramil 0809/08 Kras, Kapten Inf Rohmad Santosa, mengatakan bahwa pengarahan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada para manager mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, tertib administrasi, dan berorientasi pada peningkatan kinerja usaha.
Menurutnya, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah pemisahan pencatatan pembukuan keuangan, khususnya antara dana yang bersumber dari PT Agrinas dengan dana dari sumber lainnya.
Dengan demikian, seluruh transaksi keuangan dapat tercatat secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Danramil juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dan komunikasi yang baik antara manager KDMP dengan pemerintah desa serta para petugas yang telah dilantik oleh desa.
Ia berharap seluruh unsur yang terlibat dapat saling mendukung dan melengkapi, sehingga tidak terjadi perbedaan pandangan yang berpotensi menghambat jalannya kegiatan usaha koperasi.
“Penekanan saya, para manager harus selalu berkoordinasi dan saling melengkapi dengan seluruh petugas agar tidak terjadi miskomunikasi. Jangan sampai ada rasa minder atau merasa lebih rendah, karena latar belakang pendidikan masing-masing petugas berbeda. Ada yang berpendidikan S2, sementara manager lulusan S1. Semua memiliki peran dan tanggung jawab yang sama pentingnya dalam memajukan koperasi,” tegas Kapten Inf Rohmad Santosa. Rabu. 4/11.
Sementara itu, salah seorang manager KDMP Desa Kanigoro, Risma Widiastuti, menjelaskan bahwa dirinya mulai bergabung dan bekerja di koperasi pada Oktober 2026, ketika kegiatan operasional koperasi sudah berjalan.
Setelah melakukan konsultasi dengan pihak Agrinas, koperasi kemudian memperoleh pasokan sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat. Di antaranya pupuk bersubsidi, tabung LPG 3 kilogram, beras PHP kemasan 50 kilogram, serta Minyak Kita.
Risma, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa sejumlah produk yang dijual di koperasi memiliki harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan relatif lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sebagai contoh, beras PHP kemasan 50 kilogram dijual dengan harga Rp58.500 sesuai ketentuan harga yang berlaku. Sementara Minyak Kita dipasarkan dengan harga Rp15.700. Adapun penjualan LPG 3 kilogram hingga saat ini berjalan lancar dan relatif stabil.
“Untuk omzet penjualan, dalam sehari bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta,” ungkap Risma yang merupakan lulusan S1 tersebut.
Dengan adanya pengarahan dan pembinaan dari Koramil Kras, diharapkan para manager KDMP semakin memahami tata kelola usaha, memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, serta mampu mengembangkan koperasi sebagai penggerak perekonomian masyarakat di tingkat desa. (unt)