Jembatan Pongpet di Pangandaran ambruk sesaat setelah diresmikan. Lebih dari 40 orang berada di atas jembatan saat insiden terjadi. (Indoposonline/net)

Pangandaran – Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan saat peresmian pada Minggu (30/8/2026).

Jembatan yang dibangun sebagai bagian dari program nasional itu sebelumnya diharapkan menjadi penghubung antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas wisata di kawasan Desa Margacinta.

Namun, beberapa saat setelah seremoni peresmian, jembatan mengalami kerusakan ketika sejumlah orang melintas secara bersamaan.

Di antara mereka terdapat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, sejumlah pejabat, dan masyarakat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Bagian Program Nasional

Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengatakan, pembangunan Jembatan Pongpet merupakan bagian dari program nasional yang pelaksanaannya dikawal Tentara Nasional Indonesia melalui Kodim 0625/Pangandaran.

“Betul ini merupakan program langsung dari Pak Presiden yang dikawal Tentara Nasional Indonesia melalui Kodim 0625 Pangandaran,” ujarnya.

Atas insiden saat peresmian tersebut, pihak Kodim menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pangandaran.

“Kami dari Kodim 0625 Pangandaran memohon maaf sebesar-besarnya kepada warga Pangandaran dalam rangka mengawal Program Strategis terjadi musibah di wilayah Pangandaran,” kata dia.

Jembatan Pongpet memiliki panjang sekitar 60 hingga 65 meter dan membentang di atas Sungai Cijulang.

Ketinggian jembatan disebut sekitar 20 meter hingga 30-40 meter dari aliran sungai.

Hubungkan Tiga Wilayah

Jembatan tersebut memiliki fungsi strategis bagi masyarakat sekitar karena menghubungkan tiga wilayah.

Ketiganya adalah Desa Margacinta dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang serta Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur.

Keberadaan jembatan diharapkan mempermudah mobilitas warga yang selama ini beraktivitas di antara wilayah tersebut.

Selain untuk kebutuhan sehari-hari, Jembatan Pongpet juga menjadi jalur menuju salah satu destinasi wisata lokal, Kampung Budaya Seni Badud.

Karena fungsi tersebut, jembatan tidak hanya menjadi infrastruktur penghubung, tetapi juga bagian dari pengembangan wisata pedesaan di Desa Margacinta.

Jembatan ini juga dikenal dengan sebutan Jembatan Merpati Pongpet atau Jembatan Pongpet Margajaya.

Jadi Akses Wisata

Lokasi Jembatan Pongpet berada sekitar 27,4 kilometer dari Alun-Alun Pariwisata Pangandaran.

Perjalanan dari pusat Pangandaran menuju kawasan tersebut membutuhkan waktu sekitar 46 menit menggunakan kendaraan.

Dari Alun-Alun Pangandaran, perjalanan dapat dilakukan ke arah barat melalui Jalan Merdeka kemudian mengikuti Jalan Raya Cijulang.

Rute tersebut melewati sejumlah kawasan wisata, seperti Pantai Batu Hiu dan Green Canyon, sebelum menuju Desa Margacinta.

Akses jalan utama menuju kawasan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, ketika memasuki kawasan Kampung Margajaya menuju titik jembatan, medan jalan cenderung menanjak dan berada di sekitar tepian ngarai sungai.

Rusak Saat Peresmian

Insiden terjadi pada Minggu sore setelah seremoni peresmian selesai dilakukan.

Saat itu, sejumlah orang melintas secara bersamaan di atas jembatan.

Dandim 0625/Pangandaran menjelaskan, kerusakan terjadi pada tali sling di sisi kanan jembatan.

Sling tersebut terlepas bersama blok angkurnya, sedangkan konstruksi bagian bawah disebut masih dalam kondisi utuh.

“Jadi pada saat sudah disambut Porkopimda, dengan Bupati, saya Dandim 0625 Pangandaran, melintasi jembatan tersebut. Kemudian tali sling sebelah kanan itu terjadi lepas. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa yang terdampak atas kejadian tersebut,” kata Czi dalam konferensi pers di Markas Kodim 0625/Pangandaran, Senin (31/8/2026).

“Tali seling sebelah kanan dengan blok angkur-nya terlepas, putus. Tapi untuk kontruksi bawahnya itu masih utuh,” ujarnya.

Akibat kerusakan tersebut, badan jembatan mendadak melengkung dan turun.

Lebih dari 50 orang disebut berada di atas jembatan saat insiden terjadi.

Kapasitas Maksimal 2 Ton

Menurut Czi, Jembatan Pongpet memiliki kapasitas beban maksimal sebesar 2 ton.

“Beban maksimal di 2 ton jembatan tersebut,” kata dia.

Ia mengakui pengawasan jumlah orang yang melintas pada saat peresmian tidak dilakukan secara ketat.

Jumlah orang yang berada di atas jembatan saat itu jauh lebih banyak dibandingkan ketika jembatan diuji coba sebelumnya.

“Penyebabnya itu memang kesalahan kami dari Kodim pada saat pelaksanaan peresmian, kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut,” ujarnya.

Kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pembatasan jumlah orang yang dapat berada di atas jembatan secara bersamaan.

“Saat ini juga kita akan melaksanakan perbaikan semaksimal mungkin. Sehingga kejadian musibah tersebut tidak akan terjadi lagi,” kata dia.

Sempat Diuji Coba

Sebelum diresmikan, Jembatan Pongpet disebut sudah menjalani uji coba sekitar satu minggu sebelumnya.

Czi mengaku pernah melintasi jembatan menggunakan dua sepeda motor.

“Sebelum pelaksanaan peresmian itu saya juga sudah berada di lokasi mencoba dengan menggunakan dua sepeda motor,” katanya.

Uji coba tersebut juga melibatkan sejumlah warga.

“Kemudian masyarakat juga kami, waktu itu kami melintasi ya ada sekitar enam orang. Saya dengan masyarakat di situ untuk mencoba jembatan tersebut. Ujicoba dilakukan masih di bulan Agustus ini. Satu minggu sebelum peresmian,” ujar dia.

Namun, jumlah orang yang berada di atas jembatan saat peresmian lebih banyak dibandingkan saat pengujian.

Akan Diperbaiki

Setelah kejadian, akses Jembatan Pongpet ditutup untuk masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan lanjutan selama kondisi struktur belum dinyatakan aman.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap bagian sling, angkur, serta konstruksi jembatan.

Dinas Pekerjaan Umum Pangandaran turut melakukan investigasi terkait spesifikasi material dan kelayakan konstruksi.

Jembatan tersebut direncanakan diperbaiki sebelum kembali digunakan masyarakat.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi pada infrastruktur yang baru diresmikan dan memiliki fungsi penting sebagai penghubung warga, akses menuju destinasi wisata, serta bagian dari program nasional pembangunan jembatan. (kompas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer