Foto: Gubernur Jawa Tengah sekaligus Capres PDI-P, Ganjar Pranowo, mengenakan peci pemberian Megawati

MAJALAHBUSER.com – Sosok Ganjar Pranowo menjadi buah bibir. Silaturahmi keluarga pada Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah menjadi salah satu arena perbincangannya.

Ruang-ruang keluarga mendadak diisi diskusi politik, seiring dengan kehangatan canda tawa khas kumpul keluarga dalam mengisi hari yang suci.

Arrief Wibowo (28) mengakui kondisi tersebut. Bersama paman dan kakak iparnya, topik “Ganjar Pranowo menjadi calon presiden” tiba-tiba menyeruak di ruang tamu rumahnya.

“Memang ada obrolan soal Ganjar. Biasalah, kalau Lebaran , apa saja diobrolin, termasuk soal Ganjar,” ujar Arrief, Sabtu (22/4/2023).

Kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 jadi pintu masuk membicarakan sosok Ganjar.

Salah satu sudut pandang yang mengemuka adalah, Arrief dan saudara-saudaranya mengira Ganjar tidak akan menjadi calon presiden karena dianggap menjadi salah satu pihak yang membuat Piala Dunia U-20 gagal digelar di Indonesia.

Namun ternyata, pengumuman yang disampaikan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jumat (21/4/2023) menyajikan fakta sebaliknya.

“Sempat ngobrol soal Indonesia gagal menggelar Piala Dunia U-20, kirain dia (Ganjar) enggak jadi capres. Ternyata jadi juga,” lanjut Arrief.

Senada dirasakan Nesya (35). Nama Ganjar Pranowo jadi perbincangan keluarganya ketika berada di dalam perjalanan menuju ke rumah keluarganya di Bekasi.

Awalnya, sang ibu melihat baliho yang memuat foto Ganjar Pranowo.

“Pas jalan, lihat baliho Ganjar di jalan tol. Kata Ibu saya, ‘ih, sudah ada baliho Ganjar Presiden 2024’, terus akhirnya ada sedikit obrolan soal Ganjar dan Prabowo di pilpres nanti,” ujar Nesya.

Nesya sendiri mengaku malas membicarakan Ganjar. Ia masih kecewa dengan penolakan Ganjar terhadap Timnas Israel hingga berujung pada dicabutnya status tuan rumah Indonesia dari penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

“Statement-nya dia soal U-20 itu lho, yang masih bikin kepikiran,” ucap dia.

Gantikan Topik “Kapan Nikah?”

Marshalina (31) juga mengonfirmasi situasi serupa terjadi di momen silaturahmi Lebaran tahun ini.

Baca juga: Cerita Korban Kebakaran Muara Angke: Cucu Saya Nangis Bilang “Komputerku untuk Sekolah Terbakar”

Bahkan, sekalipun ia sudah berpindah ke rumah saudara yang lainnya, “Ganjar Pranowo menjadi calon presiden” tetap menjadi topik yang seru diperbincangkan.

“Kalau enggak salah, awalnya lagi obrolin Lebaran tahun depan. Nah, ternyata itu deka-dekat tanggal Pemilu. Baru deh masuk tuh soal Ganjar jadi capresnya PDI-P,” ujar wanita yang akrab dipanggil Marsha ini.

Bagi Marsha pribadi, ada keuntungan tersendiri dengan perbincangan politik itu. Topik “kapan nikah?” menjadi tergusur oleh diskusi soal Ganjar.

Ia sendiri lebih merasa senang keluarga besarnya membahas politik dibandingkan terus menerus bertanya seputar kisah cintanya dan para sepupunya yang belum menikah.

“Bagus-bagus saja sih (Ganjar) jadi topik pembicaraan. Daripada nanya kapan nikah terus, ya kan? Mending bicarain politik deh sekalian,” kata dia sembari tertawa.

Sudah diprediksi pengamat politik

Fenomena sosial ini sempat diprediksi Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Pria yang akrab disapa Totok ini menilai, waktu pengumuman Ganjar Pranowo sebagai kader yang didukung PDI-P maju Pilpres 2024, sehari sebelum Lebaran, sudah sangat tepat

“Secara marketing ini menarik. Kita tahu besok momen silaturahmi keluarga-keluarga se-Indonesia,” kata dia dalam wawancara Kompas TV, Jumat.

Baca juga: Kakak Kandung Ganjar: Kaget Tiba-tiba Banyak yang Ngasih Selamat

Ia memprediksi bahwa pengumuman Ganjar sebagai capres PDI-P yang dilakukan sehari sebelum Lebaran dapat meningkatkan popularitas yang bersangkutan karena Ganjar akan menjadi buah bibir di berbagai pertemuan.

Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir, hasil riset berbagai lembaga survei menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar sempat merosot cukup signifikan.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat elektabilitas Ganjar melorot 9,4 persen sejak Februari 2023.

Sementara itu, hasil survei Indikator Politik mengungkapkan tingkat keterpilihan Ganjar melemah 7-8 persen sejak Maret 2023, sedikit banyak dipengaruhi faktor pernyataan penolakannya terhadap kedatangan timnas sepakbola Israel U-20 yang membuat perhelatan Piala Dunia U-20 urung diselenggarakan di Indonesia.

“Biasanya secara sosiologis dengan anggota keluarga yang sudah lama tidak bertemu itu, pergunjingan atau gosip itu, menurut saya momen yang sangat tepat untuk mendapatkan efek marketing,” lanjut Totok. (kompas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer