Foto: Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin pada acara Istighosah dan Sholawat Barzanji di Pendopo di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (15/06/2026) malam.

Tulungagung – majalahbuser.com, Menutup penghujung tahun 1447 Hijriah sekaligus menyambut datangnya tahun baru 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar doa bersama yang dipusatkan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (15/06/2026) malam.

Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sholat Maghrib berjamaah, istighosah, mauidzoh hasanah, doa penutup, ramah tamah hingga lantunan sholawat barzanji.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam serta sejumlah elemen masyarakat. Total sekitar 600 undangan hadir dalam momentum refleksi akhir tahun Hijriah tersebut.

Dalam mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh KH Muchsin Ghozali, para peserta diajak untuk meneladani perjalanan para nabi dan ulama terdahulu dalam memimpin serta mengambil keputusan.

Pesan yang disampaikan menitikberatkan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan Allah SWT.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar seluruh proses pemerintahan ke depan dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Dirinya meminta  dukungan dan doa agar bisa menjalankan amanah yang telah diberikan, sehingga bisa membawa Tulungagung ke arah yang lebih baik,” ujar Ahmad Baharudin.

Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Tulungagung, Makrus Manan mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap pergantian tahun Hijriah. Namun tahun ini terdapat rangkaian yang lebih lengkap dibanding pelaksanaan sebelumnya.

“Alhamdulillah malam ini adalah hari terakhir tahun 1447 Hijriah dan membuka tahun baru 1448 Hijriah. Pemkab Tulungagung melakukan doa bersama akhir tahun dan awal tahun, kegiatan ini memang rutin diadakan, tetapi kali ini ada yang berbeda karena dirangkai dengan istighosah dan nanti juga ada sholawat barzanji,” ujarnya.

Menurut Makrus, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pergantian tahun, tetapi juga momentum untuk melakukan evaluasi dan introspeksi bersama.

“Kita rangkai dengan tujuan menjadi bahan introspeksi diri agar Tulungagung menjadi lebih baik. Apalagi kita tahu beberapa waktu terakhir ada dinamika yang menjadi perhatian masyarakat, maka ini menjadi momentum berdoa memohon petunjuk agar seluruh kegiatan pemerintahan berjalan sesuai harapan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh unsur pemerintah bersama tokoh masyarakat sengaja dilibatkan agar semangat kebersamaan dan perbaikan dapat dibangun secara kolektif.

“Semua Forkopimda, kepala OPD, camat, dari ormas Islam juga hadir. Organisasi lainnya juga kami undang. Total sekitar 600 undangan,” tambah Makrus.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tulungagung berharap pergantian tahun Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu semata, tetapi juga menjadi titik awal memperkuat nilai spiritual, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta mempererat kebersamaan dalam membangun Tulungagung yang lebih baik. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer