Foto: Ilustrasi surat suara

Jakarta – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait peta pemilihan presiden dan pemilihan legislatif di Pemilu 2024, salah satunya terkait elektabilitas partai politik. Hasilnya, PDIP unggul 26,1% disusul Gerindra dan Golkar.

Survei dilakukan pada 2-8 Oktober 2023 terhadap 1.620 responden. Target populasi survei WNI berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Survei dilakukan sebelum pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden. Survei juga dilakukan sebelum putusan Mahkamah Konstitusi terkait batas usia capres-cawapres.

Pemilihan sampel dilakukan melalui multistage random sampling. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan pewawancara yang terlatih. Margin of error ±2,5% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Peneliti LSI Djayadi Hanan memaparkan hasil survei pilihan partai politik simulasi 18 nama. Hasilnya PDIP unggul 26,1% disusul Gerindra 14,4% dan Golkar 9,7%.

“PDIP unggul 26,1%, disusul Gerindra 14,4%, Golkar 9,7%, PKB 7,6%, NasDem 7%, PKS 6%, Demokrat 4,3%, PAN 4,2%, sementara partai lain lebih rendah dukungannya,” kata Djayadi dalam pemaparannya, Kamis (19/10/2023).

Responden diberi pertanyaan: Jika pemilihan anggota DPR RI diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih di antara partai berikut ini? (%)

Hasil pilihan partai simulasi 18 daftar nama dan lambang partai versi LSI:

  1. PDIP 26,1%
  2. Partai Gerindra 14,4%
  3. Partai Golkar 9,7%
  4. PKB 7,6%
  5. Partai NasDem 7%
  6. PKS 6%
  7. Partai Demokrat 4,3%
  8. PAN 4,2%
  9. PPP 2,5%
  10. Partai Perindo 1,3%
  11. PSI 0,8%
  12. Partai Hanura 0,4%
  13. Partai Ummat 0,2%
  14. Partai Gelora 0,2%
  15. PBB 0,2%
  16. Partai Garuda 0,1%
  17. Partai Buruh 0,0%
  18. PKN 0,0%
  19. TT/TJ 14,9%

(whn/gbr/detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer