Kediri – majalahbuser.com, Dalam rangka menanggulangi Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kabupaten Kediri, Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan SSR Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) menggelar konferensi pers pernyataan bersama upaya kolaborasi penanggulangan Tuberkulosis di Grand Surya Hotel Kediri, Selasa (24/1).

Hadir dalam acara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr.Bambang Triyono Putro, Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Diskominfo Kabupaten Kediri, perwakilan dari beberapa Rumah Sakit dan sejumlah awak media.

konferensi pers ini diharapkan menjadi ruang untuk masyarakat agar dapat memahami bahwa TBC merupakan suatu penyakit yang dapat disembuhkan dan menghilangkan presepsi masyarakat yang negatif kepada pengidap TBC.

“Saat ini banyak sekali keluarga penderita TBC yang merahasiakan jika ada keluarganya menderita TBC. Ibaratnya kita seperti mencari jarum dalam jerami. Namun begitu, kita akan terus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga, agar membawa penderita ke TBC ke medis,” jelas Sri Astutik, staf program SSR YABHYSA peduli TBC Kabupaten Kediri.

“Harapan kami penyakit itu tidak lagi dijauhi dan menghapus paradigma masyarakat sehingga masyarakat benar-benar mau berobat,” tambahnya.

Menurut data yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, estimasi warga masyarakat terkena tuberkolosis sebanyak 3.476 dan sebanyak 1.931 masyarakat ternotifikasi kasus TBC. 

“Kasus TBC di Kabupaten Kediri kami berharap dapat menemukan sebanyak-banyaknya dan ini memerlukan upaya dari dinas kesehatan dan juga masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya terkait TBC,” harap dr. Bambang.

Dokter Bambang menambahkan akan selalu melaksanakan investigasi tetap, screening dan mendatangi tempat tertentu dengan screening masal untuk mencari sumber terduga adanya TBC.

Data Kemenkes RI per November 2021 menunjukkan bahwa capaian cakupan penemuan kasus TBC sebesar 33 persen (target 85 persen), angka keberhasilan pengobatan sebesar 76 persen (target 90 persen).
 
“Untuk itu kami bersama yayasan peduli TBC, rumah sakit dan DPRD Kabupaten Kediri sepakat untuk bergerak bersama dalam pencegahan dan penanggulangan TBC,” pungkas dr. Bambang. (kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami | Pedoman Media Ciber | Disclaimer