
Kediri – majalahbuser.com, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejak program ini berjalan, berbagai kalangan, terutama pada keluarga kurang mampu, merasakan dampak positif dari pemenuhan gizi yang lebih baik.
Hal itu dirasakan oleh Kades Desa Semen, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Mat Hasim, ketika ditemui majalahbuser.com, karena selama 1 bulan ini program MBG berlangsung di Desa Semen.
Ia mengatakan masyarakat antusias dengan adanya Program dari Presiden Prabowo Subianto ini.
“Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Desa Semen,” ungkapnya ketika ditemui dibalai Desa Semen, Hari Senin 9/3.
Menurutnya, selama satu bulan ini penyediaan makanan bergizi secara gratis di Desa Semen berjalan baik dan menunya memenuhi syarat semua dan diterima masyarakat bahkan penilaian dari warga masyarakat bagus.
Ia lebih lanjut mengatakan, program ini manfaatnya banyak, karena Anak-Anak Blita dapat tambahan gizi, terutama bagi keluarga kurang mampu yang selama ini pola makannya masih kurang dalam hal pemenuhan gizi.
“Di Desa Semen penerima manfaat MBG ini sebanyak 178 Anak Balita yang tersebar diseluruh Desa Semen,” tambahnya.
Kades yang melakukan pengawasan langsung saat kedatangan makanan yang dikemas rapi dan higeinis itu menjelaskan, bahwa memang ada pemahaman yang kurang jelas dimasyarakat terkait dengan jumlah besaran dana yang dialokasikan oleh Pemerintah kepada Warung MBG.
Menurutnta, masyarakat banyak yang belum tahu terkait dengan jumlah besaran dana dengan bahan makanan yang diberikan kepada Anak Balita.
Ia menyebut, untuk Anak Balita nominal harga yang diberikan oleh MBG senilai Rp 8000,- sedangkan untuk Siswa kelas IV sampai dengan Siswa SMA senilai Rp 10.000,-. Sementara informasi yang diterima masyarakat sebesar Rp.15.000,-
“Besaran yang diterima MBG itu memang benar akan tetapi berbeda peruntukannya, karena masih dibagi lagi, yaitu untuk operasional Rp.3000,- dan yang Rp.2000,- untuk Sewa tempatnya,” urainya dengan didampingi oleh salah seorang Staf Desa Semen.
“Harapan kami aturan yang sudah ada, hendaknya dilaksanakan oleh semua MBG. Dan dalam hal ini masyarakat sangat berterima kasih dengan adanya program ini sehingga menuju Indonesia emas Tahun 2045 bisa terwujud,” harapnya.
“Anak-anak kita menjadi generasi yang berkualitas, dan generasi berkualitas Insya Allah Indonesia akan menjadi Negara maju. Perubahan itu tidak instan seperti membalikkan telapak tangan tetapi harus ada jangka waktu untuk mencapai pada tahapan itu. Oleh karena itu perlu pemahaman kita semua, memang kekurangan-kekurangan itu pasti ada karena Manusia, tidak ada yang sempurna,” tandasnya menutup.
Di sisi lain, masyarakat yang ditemui majalahbuser.com di lapangan, para orang tua siswa mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Mereka merasa pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan makan anak di sekolah menjadi lebih ringan, sekaligus merasa tenang karena anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi.
Sementara, para tenaga pendidik menilai program MBG memberikan perubahan positif terhadap kondisi siswa. Anak-anak terlihat lebih semangat mengikuti pelajaran dan memiliki energi yang cukup selama kegiatan belajar berlangsung. (unt)